22.7 C
Samarinda
Minggu, April 18, 2021

Riset Terbaru Buktikan Masker Efektif Cegah Covid-19 hingga 75 Persen

HEADLINEKALTIM.CO,  Ketika wabah Covid-19 merebak pertama kali, sudah terjadi pro dan kontra soal penggunaan masker. Perdebatan tentang seberapa efektif penggunaan masker kain di tengah pandemi masih berlanjut hingga kini.

Namun, studi baru menegaskan argumen para profesional medis dan pejabat pemerintah bahwa memakai masker wajah memang mengurangi penularan virus secara signifikan.

Dilansir dari kompas.com, eksperimen yang dilakukan tim di Hong Kong menemukan tingkat penularan virus corona melalui droplet pernapasan turun sebanyak 75 persen ketika masker bedah digunakan.

“Efektivitas memakai masker terhadap pandemi virus corona sangat besar,” kata Dr. Yuen Kwok-yung, ahli mikrobiologi Universitas Hong Kong yang membantu menemukan virus SARS pada tahun 2003.

Studi ini dirilis departemen mikrobiologi di The University of Hong Kong, dan media setempat menyatakan akan dipublikasikan dalam jurnal medis Clinical Infectious Diseases. Ukuran sampel juga dilaporkan dalam digit ganda.

Kesimpulan tim peneliti muncul setelah adanya informasi yang saling bertentangan dari badan kesehatan dunia tentang masker wajah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mempertanyakan efektivitas masker di luar pengaturan medis.

Sementara, pemerintah di banyak negara yang awalnya mengatakan tak perlu memakai masker karena tenaga kesehatan kekurangan, kemudian mendorong masyarakat memakai masker kain.

Percobaan pada hamster

Dalam studinya, tim peneliti dari Hong Kong membandingkan hamster di dua kandang. Satu kelompok hamster terinfeksi Covid-19 dan yang lainnya sehat. Kemudian tim peneliti menciptakan tiga skenario berbeda.

Pertama, menempatkan penghalang masker hanya pada kandang hamster yang terinfeksi, masker yang menutupi hamster sehat, dan terakhir tanpa penghalang masker sama sekali, dengan kipas di antara kandang yang memungkinkan partikel ditransmisikan.

Tanpa adanya masker sama sekali, dua pertiga dari hamster yang sehat terinfeksi virus dalam waktu seminggu.

Ketika masker ditempatkan di kandang yang terinfeksi, tingkat infeksi turun menjadi 16,7 persen.

Tingkat infeksi naik menjadi 33 persen ketika penghalang masker hanya digunakan untuk menutupi kandang hamster yang sehat.

Hamster yang masih terinfeksi, meskipun memiliki penghalang masker juga mempunyai lebih sedikit virus dalam tubuh mereka dibandingkan hamster yang terinfeksi tanpa masker.

Dalam percobaan hamster, terlihat jelas jika hamster atau manusia yang terinfeksi, bergejala atau tidak, jika mengenakan masker mereka sebenarnya melindungi orang lain. Itu hasil terkuat yang ditunjukkan di sini,” kata Yuen.

“Penularan dapat dikurangi 50 poin persentase ketika masker bedah digunakan, terutama ketika masker dikenakan oleh orang yang terinfeksi,” katanya.

Hamster memiliki reseptor enzim yang sangat mirip manusia, itulah sebabnya mereka dipilih sebagai hewan uji untuk percobaan. pro dan kontra masker perdebatan penggunaan masker kain

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar