src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kadis Perkebunan Kukar Muhammad Taufik. (andri)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Sebagai komoditas yang terus menunjukkan nilai ekonomis tinggi, Dinas Perkebunan (Disbun) Kukar kini fokus dengan pengembangan komoditas kopi.
“Kami kembangkan kopi khas Kukar di tiga desa,” sebut Kadisbun kukar, Muhammad Taufik, Sabtu 13 Mei 2023.
Wilayah yang dijadikan pengembangan kopi yaitu Desa Pragat Baru, Kecamatan Marang Kayu, Desa Cipari Makmur Kecamatan Muara Kaman dan Desa Jonggon, Kecamatan Loa Kulu.
“Yang paling besar di Pragat Baru dengan pengembangan kopi luwak, bahkan sudah ditetapkan menjadi kampung luwak,” sebut Taufik.
Dia menambahkan, untuk pengembangan komoditas kopi, pemerintah mempersiapkan lahan seluas 30 hektare. Luasan ini bisa bertambah seiring dengan keberhasilan pengembangan di lapangan.
“Konsep pengembangan kopi nantinya akan dikelola oleh anak muda,” sebutnya.
Taufik berharap, ke depannya semakin banyak komunitas masyarakat yang mengembangkan kopi karena tanah di Kukar sangat cocok bertanam kopi.
“SMKN 3 Perkebunan Tenggarong Seberang sudah mulai pengembangan kopi, kami harap semakin besar ke depannya,” pungkasnya.
Kades Cipari Makmur Sodikin Sukmana menyebut, pengembangan kopi hitam Cipari Makmur masih industri skala kecil. Namun, sudah rutin berproduksi dan dikemas produk kopi hitam kemasan. Areal pengembangan kopi di atas lahan seluas 2,5 hektare.
“Kopi hitam kami sudah tembus pasar Samarinda dan Tenggarong,” paparnya.(#)
Penulis: Andri