Beranda BUMI ETAM Rakor Pilkada dengan Pemerintah Pusat, Seskab Kutim: Tantangannya Luar Biasa

Rakor Pilkada dengan Pemerintah Pusat, Seskab Kutim: Tantangannya Luar Biasa

Seskab Kutim Irawansyah (ketiga dari kiri), mengikuti rapat dengan Ketua KPU RI secara daring. (foto: Istimewa)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SANGATTA – Rapat Koordinasi (Rakor) Analisa dan Evaluasi (Anev) Pelaksanaan Kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 digelar oleh Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah.

Rakor ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD didampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Ketua KPU RI Arief Budiman, Ketua Bawaslu RI Abhan, dan Kepala BNPB Doni Monardo.

Acara digelar secara virtual melalui video conference pada Senin 23 November 2020, dan diikuti pula secara webinar oleh Pemkab Kutim di Kantor Diskominfo, Senin 23 November 2020.

Arief Budiman menerangkan dalam belasan hari ke depan merupakan masa yang amat krusial terkait berlangsungnya Pilkada 2020 yang dilakukan serentak di sejumlah daerah.

Advertisement

Untuk itu, petugas KPU di daerah diminta mampu menyelesaikan distribusi logistik, penyortiran dan pelipatan surat suara sesuai target waktu. “Untuk itu jangan sampai molor, fokus dan tuntas,” tegasnya.

Ada 15 hal baru yang akan ada di tempat pemungutan suara (TPS) di masa pandemi COVID-19. Mulai dari pengaturan kedatangan pemilih, larangan berdekatan, tidak bersalaman, mencuci tangan.

Kemudian, datang ke TPS dengan menggunakan masker, tersedianya sarung tangan plastik di TPS untuk para pemilih. Berikutnya, petugas TPS akan menggunakan pelindung wajah, dan disediakan masker ganti.

Para pemilih juga diharuskan membawa alat tulis sendiri, tersedianya tisu kering, mengecek suhu tubuh, TPS akan didisinfeksi, penggunaan tinta tetes dan terakhir tersedianya bilik khusus bagi yang sakit.

Baca Juga  Wakapolres Kutim Meninggal Dunia, Warga Mengaku Kehilangan

“Kita ingin meyakinkan masyarakat bahwa TPS kita aman, TPS kita sudah kita susun sedemikian rupa,” ungkap Arief Budiman.

Terkait Pilkada 2020, Sekretaris Kabupaten (Seskab) Kutai Timur Irawansyah menerangkan, pelaksanaan Pilkada kali ini cukup berat.

Tantangan utamanya, selain partisipasi pemilih, adalah pandemi COVID-19. “Ini tantangan yang luar biasa, kita harus optimistis. Untuk itu, kita tetap mengikuti arahan Pemerintah Pusat dan KPU RI. Bagaimana mengawal dan mengembangkan Pilkada di Kutim dapat berjalan aman dan sesuai dengan Protokol COVID-19,” ungkapnya.

Penulis: RJ Warsa
Editor: MH Amal

Komentar
Advertisement