src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Rabu Wekasan : Amalan Upaya Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT di Rabu Terakhir Bulan Safar

Rabu Wekasan : Amalan Upaya Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT di Rabu Terakhir Bulan Safar

3 minutes reading
Wednesday, 4 Sep 2024 10:26 229 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Rabu Wekasan, sebuah tradisi yang masih lekat di hati masyarakat Jawa dan berbagai daerah di Indonesia, akan kembali diperingati pada Rabu, 4 September 2024. Tradisi ini bertepatan dengan hari Rabu terakhir di bulan Safar, sebuah momen yang diyakini banyak orang sebagai waktu untuk memohon perlindungan dari segala bentuk bala atau musibah.

Dilansir Detik menurut kalender Hijriah Indonesia tahun 2024 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, bulan Safar dimulai pada tanggal 6 Agustus dan akan berakhir pada 4 September 2024, yang berarti Safar berlangsung selama 30 hari. Tradisi Rabu Wekasan ini sangat ditunggu oleh sebagian masyarakat, terutama di wilayah Pati dan Kudus, serta daerah lain di Jawa dan luar Jawa.

Makna dan Asal Usul Rabu Wekasan

Rabu Wekasan dikenal juga dengan sebutan Rebo Wekasan atau Rabu Pungkasan. Secara bahasa, “Rebo” berarti Rabu, sedangkan “Wekasan” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “terakhir” atau “akhir.” Secara harfiah, Rabu Wekasan dapat diartikan sebagai “Rabu Terakhir.”

Merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh Nurozi dan pendapat dari Abdul Hamid Quds dalam kitab Kanzun Najah wa Surur fi Fadhail al Azminah wa Shuhur, disebutkan bahwa setiap tahun, pada hari Rabu terakhir bulan Safar, Allah SWT menurunkan 320.000 macam bala atau bencana ke bumi. Karena itu, banyak masyarakat yang memanfaatkan hari ini untuk berdoa, melaksanakan sholat sunnah, dan memohon perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari segala musibah.

Meskipun tidak ada dalil syar’i yang secara khusus mengharuskan atau menganjurkan pelaksanaan ibadah tertentu pada hari ini, Syeikh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Maki dalam Kanz al-Najah wa al-Surur menyebutkan bahwa sholat sunnah pada hari ini dibolehkan dengan syarat diniatkan sebagai sholat sunnah mutlak, bukan secara khusus untuk Rabu Wekasan.

Tata Cara Sholat Sunnah Rabu Wekasan

Berikut panduan tata cara pelaksanaan sholat sunnah Rabu Wekasan sebagaimana dilansir dari laman NU Online:

  1. Niat Sholat Sunnah Mutlak Dua Rakaat

أُصَلِّيْ سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

 Ushallî sunnatan rak’ataini lillâhi ta’âla

Artinya: “Saya niat sholat sunnah dua rakaat karena Allah ta’ala.”

2. Bacaan Setelah Surat Al-Fatihah di Setiap Rakaat:

3. Surat Al-Kautsar dibaca 17 kali

4. Surat Al-Ikhlas dibaca 5 kali

5. Surat Al-Falaq dan An-Nas dibaca masing-masing sekali

6. Melaksanakan Sholat Sebagaimana Biasanya Dua Rakaat.

7. Setelah Salam, Membaca Doa.

8. Sholat Sunnah Mutlak Dua Rakaat Ini Dilakukan Dua Kali.

Doa Setelah Sholat Sunnah Rabu Wekasan

Berikut adalah doa yang dibacakan setelah melaksanakan sholat sunnah Rabu Wekasan, yang bertujuan untuk memohon perlindungan dari segala macam bala dan musibah yang mungkin diturunkan pada hari tersebut:

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

Allahummadfa’ ‘annal ghalaa’a wal wabaa’a wal fahsyaa’a wal munkara was suyuufal mukhtalifata wasy syadaa’ida wal mihana maadhahara minhaa wa maabaathana. Mim balaadinaa indonesia khaasshataw wa saairil buldaanil muslimiina ‘aammatan yaa rabbal ‘alamiin. Rabbana aatina fiddunyaa khasanah wafil aakhirati khasanah waqinaa ‘adzabannaar.

Artinya: Ya Allah, hindarkanlah dari kami kekurangan pangan, cobaan hidup, penyakit-penyakit, wabah, perbuatan-perbuatan keji dan munkar, ancaman-ancaman yang beraneka ragam, paceklik-paceklik dan segala ujian, yang lahir maupun batin dari negeri kami Indonesia ini pada khususnya dan dari seluruh negeri kaum muslimin pada umumnya, Yaa Allah Tuhan Sekalian alam.Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”.

Pandangan Para Ulama tentang Sholat Rabu Wekasan

Pendapat para ulama mengenai sholat Rabu Wekasan ini beragam. Beberapa menganggapnya sebagai tradisi yang baik selama tidak bertentangan dengan syariat Islam dan diniatkan sebagai sholat sunnah mutlak. Namun, sebagian lainnya berpendapat bahwa tidak ada anjuran khusus dalam syariat untuk melaksanakan ibadah ini. Perbedaan pandangan ini tidak mengurangi nilai dan makna spiritual yang dirasakan oleh umat Islam yang menjalankan tradisi ini.

Artikel Asli baca di Detik.com

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x