src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Pulau Maratua. (Riska/headlinekaltim.co)
HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Pulau Maratua terus menghadapi masalah serius mengenai masalah sampah. Sebagian besar sampah plastik dan kemasan botol ditemukan bertuliskan bahasa asing. Diketahui, sampah tersebut berasal dari negara tetangga yang terbawa arus hingga ke Perairan Maratua, Kabupaten Berau.
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi mengaku miris karena salah satu daerah wisata unggulan Berau seolah menjadi tujuan “ekspor” sampah dari negara tetangga karena arus laut sehingga berpotensi mencemari perairan lokal. “Kita identifikasi dulu, sampah dari negara mana yang terbawa arus hingga ke Maratua,” jelasnya.
Setelah mengidentifikasi, Pemerintah Daerah dapat menyampaikan persoalan tersebut ke Pemerintah Provinsi dan Pusat untuk mencarikan solusi. Pasalnya, Pulau Maratua adalah salah satu pulau terluar di Indonesia yang terletak di Kabupaten Berau. “Sekarang Maratua ini luar biasa dan eksis sekali sehingga semua pihak harus peduli untuk menjaga lingkungan terutama di daerah destinasi wisata,” tuturnya.
Hal yang menjadi daya tarik utama Pulau Maratua adalah eksplorasi keindahan bawah laut. Apalagi pulau ini juga mempunyai ragam biota bawah laut yang mengagumkan.
Menurutnya, jika destinasi wisata yang ada di Berau bersih, maka wisatawan yang datang akan merasa nyaman. “Persoalan sampah terutama sampah plastik yang berada di laut Maratua harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta kepada dinas terkait untuk aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke laut. Hal tersebut akan merusak keindahan serta ekosistem bawah laut seperti terumbu karang dan biota laut.
Dirinya juga mengajak masyarakat Bumi Batiwakkal untuk peduli terhadap lingkungan di sekitar destinasi wisata khususnya di Pulau Maratua. “Kita ingin destinasi wisata di Berau itu harapannya bebas dari sampah, semakin bersih daerah tersebut maka akan semakin nyaman orang datang berwisata,” demikian Sumadi. (Adv/Riska)