src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Proses Impor Minyak Indonesia dari Amerika tengah Berlangsung

Proses Impor Minyak Indonesia dari Amerika tengah Berlangsung

3 minutes reading
Friday, 6 Mar 2026 09:33 56 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA – Pemerintah Indonesia mulai menjalankan impor minyak dari Amerika sebagai bagian dari strategi mengalihkan impor minyak Indonesia yang sebelumnya banyak berasal dari kawasan Timur Tengah. Kebijakan impor minyak dari Amerika ini diambil pemerintah untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah memanasnya konflik Timur Tengah yang berpotensi mengganggu jalur distribusi minyak dunia.

Dilansir dari RRI, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan proses impor minyak dari Amerika sudah mulai berlangsung secara bertahap.

“Sekarang sudah mulai berjalan. Bertahap ya, bertahap,” kata Bahlil di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.

Menurutnya, pelaksanaan impor minyak dari Amerika tidak bisa dilakukan sekaligus dalam jumlah besar. Hal ini berkaitan dengan keterbatasan kapasitas penyimpanan minyak mentah di Indonesia yang saat ini masih terbatas.

Selain melakukan pengalihan impor minyak dari Amerika, pemerintah juga menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi dampak konflik Timur Tengah. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mempercepat pembangunan fasilitas penyimpanan minyak atau storage.

Pemerintah berencana meningkatkan kapasitas cadangan energi nasional dari sekitar 25 hingga 26 hari menjadi 90 hari. Target tersebut disesuaikan dengan standar internasional untuk menjaga ketahanan energi negara.

“Saya sudah melaporkan kepada Bapak Presiden dan Bapak Presiden memberikan arahan agar segera dibangun. Supaya apa, kita ini butuh survival,” ujar Bahlil.

Ia menambahkan, pemerintah telah mendapatkan investor yang akan membangun fasilitas storage baru di Pulau Sumatra. Saat ini proyek tersebut masih berada pada tahap studi kelayakan sebelum memasuki proses pembangunan.

Kebijakan impor minyak dari Amerika ini juga berkaitan dengan eskalasi konflik Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Serangan militer yang terjadi di kawasan tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.

Dalam konflik tersebut, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Serangan itu memicu kerusakan infrastruktur serta korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan rudal ke Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan menyebut pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei tewas dalam serangan yang terjadi pada 1 Maret 2026. Televisi pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi kabar kematian tersebut.

Situasi semakin memanas setelah media Iran melaporkan bahwa Selat Hormuz secara efektif telah ditutup akibat serangan militer di kawasan itu, meskipun belum ada pengumuman resmi mengenai blokade tersebut.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis perdagangan energi dunia. Sekitar seperlima perdagangan minyak global melewati jalur tersebut, termasuk ekspor gas alam cair dari Qatar dan Uni Emirat Arab.

Jika gangguan distribusi terjadi dalam waktu lama, kondisi ini dapat berdampak pada stabilitas pasokan energi dunia, termasuk bagi Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak.

Karena itu, kebijakan impor minyak dari Amerika dan pembangunan cadangan energi jangka panjang dinilai menjadi langkah penting pemerintah untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x