src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA PGRI Tanjung Redeb sudah berjalan mulai dari 1 September 2025. Kebersihan dan kualitas MBG yang diberikan kepada siswa-siswi menekankan aspek kebersihan.
Kesiswaan SMA PGRI Berau Reni Rohani menyampaikan jumlah pelajar di SMA PGRI Berau sekitar 410 orang dan terdiri dari 10 kelas. Untuk teknisnya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengantar MBG sebelum waktu istirahat.
“Jadi kami data anak-anak yang hadir. Waktu istirahat kedua pukul 12.00 WITA. Kami panggil 4 orang perwakilan setiap kelas, lalu MBG dibagikan,” jelasnya pada Kamis, 25 September 2025.
Menurutnya, program MBG masih berjalan dengan bagus. Ke depan, ia berharap tidak terjadi kasus dugaan keracunan karena MBG seperti di daerah-daerah lain. “Mudah-mudahan itu tidak terjadi di Kabupaten Berau,” harapnya.
Kemudian, ia menjelaskan jika ada MBG yang tersisa, pihaknya memberikan kembali kepada anak-anak. Kata dia, terkadang ada anak-anak yang merasa masih kurang porsinya. “Jadi kami bagikan untuk anak-anak,” tuturnya.
Reni juga sudah menyampaikan ke siswa-siswi untuk melaporkan jika ada kendala seperti makanan yang tidak layak atau basi ke wali kelas. Hingga saat ini, tidak ada kendala pada program MBG di SMA PGRI Tanjung Redeb.
Selain itu, SPPG juga mendata anak-anak yang memiliki alergi. Kata dia, Kalau ada siswa yang alergi maka disiapkan makanannya tersendiri. “Setiap hari kami juga ada kunjungan dari Babinsa untuk program MBG ini,” tuturnya.
Salah satu siswa SMA PGRI Tanjung Redeb, Hazhar Andika Ridho Pratama menyambut baik program MBG ini. Menurutnya, program ini sangat membantu siswa-siswi yang kekurangan uang jajan atau kekurangan makanan bergizi.
“Kalau menunya sudah cukup baik. Saran ke depannya lebih diperbanyak lagi proteinnya, seperti dada ayam rebus, setiap MBG selalu ada susu, dan dibanyakkan sayurannya,” ungkapnya.
Hingga saat ini, Hazhar mengaku tidak ada keluhan selama program MBG. Sebelum adanya program ini, ia selalu membawa bekal ke sekolah. Program ini dinilai jadi lebih hemat dan sangat membantu siswa-siswi yang tergolong kurang mampu. Di sisi lain, dia bisa makan bersama dengan teman sekelas.
“Menurut saya tidak ada kekhawatiran soal keracunan MBG ini karena sudah diteliti dan dimasak oleh ahli gizi sehingga sudah percaya dengan makanan yang diberikan oleh pemerintah,” ungkapnya.
Siswi SMA PGRI Tanjung Redeb, Keiza Tarisa menuturkan, program MBG ini membantu dalam menghemat uang jajan. Biasanya siswa-siswi jajan ke kantin ketika istirahat, sekarang uang tersebut jadi bisa ditabung. “Menunya enak-enak semua, walaupun saya pernah dapat menu yang basi, tapi waktu itu saya tidak lapor. Saya saja kayaknya yang pernah dapat,” ujarnya.
Kendati demikian, hal tersebut tidak mengurangi rasa kecewanya terhadap program MBG ini. Keiza mengaku sempat merasa khawatir mengenai isu dugaan keracunan akibat MBG. “Mudah-mudahan di Berau tidak terjadi,” bebernya.
Ke depan, ia berharap MBG ini bisa ditingkatkan lagi dari segi kebersihan dan kualitas makanannya. “Supaya kalau dikonsumsi siswa-siswi ini tidak ada dugaan keracunan seperti di daerah lain,” pungkasnya. (Riska)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya