src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Prediksi Semakin Banyak Kios Tutup di TAS Tenggarong, Akbar Usul Pasar Basah Digabung Lagi

Prediksi Semakin Banyak Kios Tutup di TAS Tenggarong, Akbar Usul Pasar Basah Digabung Lagi

waktu baca 2 menit
Jumat, 3 Jul 2026 23:39 15 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Kondisi perdagangan di kawasan Tangga Arung Square (TAS) Tenggarong dinilai masih belum menunjukkan perkembangan signifikan. Sejumlah kios mulai tutup akibat minimnya aktivitas jual beli, dan kondisi tersebut diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir 2026 jika tidak ada langkah strategis dari pemerintah.

Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Daerah Pemilihan Tenggarong, Akbar Haka, memprediksi jumlah kios yang tutup akan semakin bertambah karena rendahnya tingkat kunjungan masyarakat ke pasar semi modern tersebut.

“Kalau kondisinya seperti sekarang, di akhir tahun pedagang akan semakin banyak yang menutup tokonya dan TAS akan semakin sepi,” ujar Akbar.

Menurutnya, salah satu penyebab utama minimnya pengunjung adalah terpisahnya aktivitas pasar basah dan pasar kering. Ia menilai konsep tersebut membuat masyarakat tidak memiliki alasan untuk datang ke TAS secara rutin.

Akbar mengusulkan agar aktivitas pasar basah, seperti penjualan ikan, sayur, dan kebutuhan pokok lainnya, dapat dipadukan dengan pasar kering sehingga mampu meningkatkan arus pengunjung.

“Orang bisa saja beli ikan, sekalian membeli baju atau kebutuhan lainnya. Itu keuntungan kalau pasar basah dan pasar kering digabung, yang penting pengelolaannya profesional,” tegasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan salah seorang pedagang makanan ringan di TAS, Riski. Ia mengaku omzet usahanya terus menurun sejak beberapa bulan terakhir.

Saat TAS mulai beroperasi pada awal 2026, pendapatan bersih yang diperolehnya masih mampu mencapai sekitar Rp2 juta per bulan. Namun kini, untuk memperoleh keuntungan bersih Rp1 juta per bulan saja sudah cukup sulit.

“Saat ini tembus pendapatan bersih Rp1 juta per bulan saja lumayan berat,” keluhnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah, menjelaskan bahwa sejak awal TAS memang dirancang sebagai pasar semi modern yang terpisah dari pasar basah.

Adapun aktivitas perdagangan kebutuhan pokok dipusatkan di Pasar Gerbang Raja Mangkurawang sesuai konsep penataan pasar yang telah disusun pemerintah daerah.

Ia menilai sepinya TAS tidak semata-mata disebabkan konsep pasar, tetapi juga dipengaruhi perlambatan ekonomi masyarakat.

Menurut Sayid, sebagian besar warga Tenggarong merupakan pekerja sektor pemerintahan yang daya belinya ikut terdampak kebijakan efisiensi anggaran nasional.

“Perhitungan kami, jika pendapatan masyarakat kembali meningkat, maka TAS juga akan semakin ramai dan transaksi jual beli ikut bertambah,” pungkasnya. (Andri)

LAINNYA
x