23 C
Samarinda
Sunday, May 22, 2022

PPU Terbaik Pengelolaan JDIH se-Kaltim  

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Di era keterbukaan informasi publik, dokumentasi dan informasi hukum menjadi kebutuhan primer untuk diakses masyarakat luas. Untuk itu, pengelolaan Jaringa Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) harus dilakukan secara terpadu dan terintegrasi di berbagai instansi.

Gubernur Kaltim melalui Asisten I Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim HM Jauhar Effendi mengatakan, JDIH sebagai wadah pendayagunaan bersama atas dokumen hukum secara tertib, terpadu dan berkesinambungan.

Termasuk merupakan sarana pemberian pelayanan informasi hukum secara lengkap, akurat, mudah dan cepat.  “JDIH Kaltim harus mampu menjadi pusat dokumentasi dan jaringan hukum daerah, yang tidak hanya mengumpulkan dan mengelola seluruh dokumen dan informasi hukum. Baik berupaya Peraturan Daerah, Peraturan Gubernur, Surat Keputusan Gubernur maupun dokumen dan informasi hukum lainnya. Namun juga membangun sistem informasi hukum berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang dapat diintegrasikan dengan website pusat JDIH,” katanya saat ditemui HEADLINEKALTIM.CO usai mengisi kegiatan Rakor JDIH, Kamis 15 Juli 2021.

Menurutnya, agar pengelolaan JDIH terintegrasi tetap memiliki progres terhadap pengembangan dinamika yang ada, maka Pemprov Kaltim memberikan apresiasi atas pengelolaan JDIH yang telah dilakukan oleh Bagian Hukum kabupaten/kota se-Kaltim.

Pada Rakor JDIH Kaltim ini, diberikan penghargaan kepada para pemenang pengelola JDIH Bagian Hukum kabupaten/kota se-Kaltim. Kabupaten Paser Panajam Utara sebagai juara 1, juara 2 diperoleh Kabupaten Kutai Barat dan juara 3 diperoleh Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Penilaian ini terdiri dari 6 aspek. Yaitu pengintegrasian dengan JDIH Biro Hukum Setda Provinsi Kaltim, aspek organisasi pengelolaan JDIH, aspek teknis pengelolaan, aspek pemanfaatan teknologi informatika, aspek inovasi dan terakhir aspek SDM,” terangnya.

HM Jauhar Effendi pun meminta kepada kabupaten/kota lain untuk terus berbuat yang terbaik untuk pengelolaan JDIH. Tidak hanya untuk tingkat provinsi tetapi juga untuk tingkat nasional.

“Ini nampaknya kota kalah, tidak bisa berbicara. Ini harus jadi semangat untuk kota, karena biasanya kota selalu menang. Tapi, ini justru kabupaten yang menang. Kita berharap Kaltim nantinya juga bisa masuk juara nasional karena tahun 2020 lalu, Kaltim juara 3 JDIH. Untuk itu penting kita libatkan perguruan tinggi di Kaltim, untuk bersama-sama mengintegrasikan informasi, termasuk di kabupaten/kota,” tutupnya.

Penulis: Ningsih

Editor: MH Amal

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU