src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro (Antara foto/Aditya Nugroho)HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) kembali menegaskan komitmennya dalam memberantas premanisme di wilayah hukumnya. Melalui pelaksanaan Operasi Pekat Mahakam II 2025, yang berlangsung sejak 1 hingga 21 Mei, aparat penegak hukum berhasil mengungkap sebanyak 27 kasus kriminal yang berkaitan erat dengan aksi premanisme.
Dalam keterangan resminya di Balikpapan, Minggu (18/5), Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan stabilitas wilayah, terutama menjelang percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Saya sampaikan di sini bahwa Kepolisian pada saat ini fokus menindak premanisme melalui kegiatan Operasi Pekat Mahakam II Tahun 2025,” ujar Endar.
Dari 27 kasus yang diungkap, sebagian besar berkaitan dengan aksi pemerasan, pungutan liar, hingga kekerasan fisik. Kapolda merinci bahwa telah diamankan 41 tersangka, dan jumlah ini masih mungkin bertambah seiring operasi yang masih berjalan hingga 21 Mei mendatang.
Berikut rincian kasus yang berhasil diungkap:
Menurut Kapolda, seluruh kasus ini ditangani secara terintegrasi oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kaltim serta satuan Reskrim di berbagai Polres se-Kalimantan Timur.
Juru bicara Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto, menambahkan bahwa dari total kasus tersebut, lima di antaranya ditangani langsung oleh Ditreskrimum Polda. Sementara sisanya ditangani oleh jajaran Polres di masing-masing wilayah.
“Kasus terbanyak ditemukan di Polresta Samarinda dan Polres Kutai Kartanegara, masing-masing empat perkara,” ungkap Yuliyanto.
Disusul oleh Polresta Balikpapan dengan tiga perkara. Sementara Polres Berau dan Polres Mahakam Ulu masih nihil laporan hingga pertengahan Mei.
Salah satu temuan mengejutkan dari operasi ini adalah bahwa beberapa tersangka merupakan residivis. Mereka pernah terlibat dalam kasus berat seperti pembunuhan dan penganiayaan. Fakta ini memperlihatkan betapa kompleksnya akar premanisme di wilayah ini.
Lebih lanjut, Yuliyanto menyatakan bahwa tindakan tegas akan diberlakukan jika ditemukan keterlibatan oknum dari organisasi kemasyarakatan (ormas).
“Kalau ada oknum ormas yang melakukan tindakan premanisme, tentu tidak hanya jadi ranah kepolisian, tetapi juga menjadi perhatian Kesbangpol dan instansi lain. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kemenkopolhukam,” jelasnya.
Polda Kaltim juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam melawan aksi premanisme. Warga diimbau agar tidak ragu melaporkan segala bentuk intimidasi atau pemerasan, baik di lingkungan tempat tinggal maupun tempat kerja.
Masyarakat dapat memanfaatkan layanan hotline 110, yang dapat diakses tanpa pulsa dan akan langsung tersambung ke Polres terdekat.
“Ini semata-mata untuk menjaga iklim investasi di wilayah Kaltim agar tetap kondusif, tanpa ada intimidasi atau aksi-aksi premanisme,” tegas Yuliyanto.
Operasi Pekat Mahakam II tak hanya bertujuan memberantas kejahatan jalanan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi keamanan jangka panjang. Apalagi, Kalimantan Timur kini menjadi sorotan nasional dan internasional sebagai lokasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Stabilitas keamanan menjadi prasyarat penting agar iklim investasi tetap terjaga. Dalam konteks ini, premanisme dipandang sebagai ancaman serius yang bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan wilayah.
Meski Operasi Pekat Mahakam II akan berakhir pada 21 Mei, Kapolda memastikan bahwa penindakan terhadap aksi premanisme tidak akan berhenti.
“Polda Kaltim tetap akan melanjutkan tindakan hukum terhadap pelaku premanisme secara berkelanjutan demi menjamin iklim investasi yang aman dan kondusif,” kata Irjen Pol Endar Priantoro.
Dengan berbagai langkah ini, aparat penegak hukum berharap dapat membangun rasa aman di tengah masyarakat dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Artikel Asli baca di antaranews.com
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya