29.2 C
Samarinda
Wednesday, December 8, 2021

Pergub Santunan Ahli Waris COVID-19 Diteken Gubernur, Ini Kriteria Penerimanya

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltim Nomor 40/2021 tentang pemberian santunan bagi ahli waris korban pandemi COVID-19 telah diteken Gubernur Isran Noor hari ini, Senin 18 Oktober 2021.

Selanjutnya, Pergub ini diteruskan kepada masing-masing Dinas Sosial Kabupaten/Kota se-Kaltim untuk dasar melakukan pendataan. Pendaftaran penerima santunan dibuka sejak hari ini hingga tanggal 30 Oktober 2021. Pencairan akan dilakukan pada awal November 2021 secara serentak melalui Bank BPD Kaltim masing-masing sebesar Rp 10 juta per penerima santunan.

Kreteria penerima santunan ahli waris COVID-19 diberikan kepada 3 kategori yaitu:

1. Meninggal dunia karena terkonfirmasi COVID-19 pada saat dilakukan perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan yang dibuktikan dengan surat keterangan hasil pemeriksaan PCR atau antigen yang tercatat di New All Record (NAR).

2. Meninggal dunia karena probable COVID-19 pada saat dilakukan perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan yang dibuktikan hasil pemeriksaan.

3. Meninggal dunia karena terkonfirmasi COVID-19 pada saat menjalani isolasi di pusat karantina, isolasi mandiri terpadu yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Sementara untuk mekanisme pengajuan dana santunan dapat melalui 2 tahapan, yakni:

1. Mengajukan usulan santunan ke Dinas melalui Perangkat Daerah yang menyelenggarakan urusan sosial kabupaten/kota dengan melengkapi berkas fotokopi KTP dan KK ahli waris, fotokopi KTP dan KK korban, surat keterangan kematian dari Faskes, buku tabungan ahli waris,  surat pernyataan ahli waris dan surat kuasa ahli waris yang diketahui pejabat berwenang yang dilegalisir.

2. Bupati/Walikota mengusulkan ke Gubernur setelah berkas usulan diverifikasi dan dinyatakan lengkap oleh perangkat daerah.

“Terkait masalah prosedural penyaluran, ada yang harus dilakukan dalam rangka verifikasi dan validasi data. Pendaftaran mulai Oktober dan pencairan awal November. Terkait Pergub ada aturan siapa yang mendapatkan. Yang jelas, ada beberapa item terkait status meninggalnya itu dan ahli waris. Semua data kami himpun dari data kabupaten/kota,” ucap Kepala Dinas Sosial Kaltim Agus Hari Kesuma saat ditemui di kantornya, Senin sore 18 Oktober 2021.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kaltim Achmad Rasyidi menjelaskan, setelah  menerima Pergub Kaltim yang telah ditandatangani oleh Gubernur Kaltim, surat tersebut segera diteruskan kepada Dinsos kabupaten/kota di Kaltim untuk segera ditindaklanjuti terkait pendataan.

“Ditandatangani baru tadi (Pergub No 40 tahun 2021, red). Tapi sebelumnya Pergubnya sudah saya share ke kabupaten/kota, hanya tunggu resminya dan mereka sudah siap. Terkait berapa datanya, nanti kita tunggu tanggal 30 Oktober dan SK Gubernur. Ini tidak pakai tahap, jadi lewat tanggal 30 kita SK Gubernur. Karena batas pencairan di November,” terangnya.

Ditanya soal anggaran yang disediakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk anggaran santunan ahli waris COVID-19, sebut dia, ada sekitar Rp 50 miliar. Berasal dari anggaran bantuan tidak terduga (BTT) tahun 2021. Namun, dia meyakini jumlah tersebut tidak akan habis terpakai karena tren kasus COVID-19 di Kaltim mengalami penurunan.

“Yang disediakan berdasarkan informasi dari BPKAD sekitar Rp 50 miliar. Artinya untuk 5 ribu orang, tapi untuk kondisi sekarang sepertinya tidak sampai. Karena kemarin kan COVID-19 melandai,” katanya.

“Cuma jumlah dari Dinas Kesehatan ada 5.357 penerima, tapi itu belum diverifikasi karena penerima harus sesuai kriteria yang ada di Pergub,” tutupnya.

Penulis: Ningsih

Editor: MH Amal

Komentar

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU