src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Menjelang peringatan hari kemerdekaan KE-80 Republik Indonesia, Thamrin, penjahit pakaian mulai melayani pesanan pembuatan bendera merah putih. Aktivitas ini sudah dilakoni sejak tahun 1980.
Setiap tahunnya, pria yang saat ini berusia 64 tahun masih menekuni usaha menjahit bendera merah putih menggunakan bahan tetoron. Kain ini sengaja dipilih karena diyakini lebih awet, bobot kain yang lebih ringan, hingga tidak mudah kusut maupun robek.
Meski saat ini banyak penjual pernak pernik merah putih termasuk bendera yang dijajakan penjual musiman yang berasal dari Jawa Barat, namun tak menyurutkan semangatnya untuk terus menjahit bendera.
“Bahan bendera yang saya jual berbeda dengan yang banyak dijual di tepi jalan yang berasal dari luar pulau. Bendera yang saya buat lebih awet dan warnanya lebih tebal, memperkuat semangat pejuang meraih kemerdekaan,” ujarnya dengan rasa bangga.
Bendera yang dijual bervariasi. Bendera ukuran 135 x 90 cm untuk kantor maupun sekolah dijual Rp80 ribu. Bendera ukuran 120 x 80 cm untuk di rumah dijual Rp60 ribu. Bendera ukuran 100 x 50 cm dijual seharga Rp40 ribu. Sementara bendera ukuran kecil untuk hiasan di meja atau kendaraan, dijual seharga Rp5 ribu.
Sementara untuk umbul – umbul merah putih dijual Rp25 ribuper lembarnya. “Harganya terjangkau, tidak sebanding dengan kisah para pejuang meraih kemerdekaan Republik Indonesia,” timpalnya.
Dari usahanya ini, Thamrin bisa menyekolahkan anak – anaknya, bahkan hingga lulus perguruan tinggi.
Menjelang hari kemerdekaan, jumlah permintaan bendera meningkat. “Saat ini saya belum bisa memastikan satu hari berapa. Tapi tiap kali ada yang datang dan beli bendera, bisa langsung 15 bendera, juga ada yang beli 50 bendera dari RT,” pungkasnya. (iwan)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya