src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Pemprov Kaltim Dinilai Lamban Realisasikan Anggaran Pembangunan

Pemprov Kaltim Dinilai Lamban Realisasikan Anggaran Pembangunan

2 minutes reading
Monday, 26 Apr 2021 09:06 222 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Kaltim Syafruddin mengungkapkan kekecewaannya kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, karena dinilai lamban merealisasikan anggaran pembangunan daerah yang dialokasikan melalui Dinas PUPR Provinsi Kaltim.

Menurutnya, seharusnya berbagai rencana proyek telah selesai proses lelang, yang diharapkan segera dikerjakan.

“Saya kecewa dengan kinerja Pemprov Kaltim, tidak satu pekerjaan yang dilelang. Sementara ini sudah masuk April,” katanya, Minggu 25 April 2021.

Politisi Partai PKB ini mengingatkan Pemprov Kaltim, waktu terus berjalan sehingga harus dilaksanakan sesuai waktu dengan sebaik-baiknya. Karena kata dia, jangan melaksanakan pembangunan dengan terburu-buru. Karena kata dia, pekerjaan yang terburu-buru cenderung dikerjakan asal-asalan untuk mengejar waktu.

“Mustahil kalau pengerjaan fisik dikerjakan 5-6 bulan. Idealnya proyek itu 8-9 bulan. Kalau ini belum mulai proses lelang, maka tidak mungkin pengerjaan fisik dapat dilakukan. Jangan sampai proses pekerjaan nanti terburu-buru dan tidak profesional, sehingga menghasilkan pembangunan asal-asalan,” pesannya.

Untuk itu, Syafruddin meminta Pemprov Kaltim melakukan evaluasi, sehingga anggaran pembangunan daerah dapat direalisasikan. Termasuk bantuan keuangan di masing-masing Kabupaten/kota.

“Saya minta Gubernur Kaltim, Wagub, Sekdaprov Kaltim mengevaluasi ini. Kami akan mendorong ini,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas PUPR Provinsi Kaltim, telah mendapatkan persetujuan anggaran belanja pembangunan tahun anggaran 2021 sebesar Rp 1,541 triliun, yang kemudian dana tersebut dibagi untuk tiga bidang pembangunan.

Masing-masing adalah Bidang Bina Marga, dengan alokasi sebesar Rp 681 miliar lebih. Dimana dana itu pun dibagi untuk 7 pekerjaan. Yaitu penyusunan rencana kebijakan strategi dan sistem teknis pengembangan jaringan jalan Rp 18,06 miliar.

Kemudian pembebasan lahan untuk pengerjaan jalan Rp 30,28 miliar. Survei kondisi jalan atau jembatan Rp 1,9 miliar. Pembangunan jalan Rp 69,45 miliar. Rekonstruksi jalan Rp 512 miliar, pembangunan jembatan Rp 24,40 miliar dan terakhir, pengawasan teknis penyelenggaraan atau jembatan Rp 28,15 miliar.

Selanjutnya bidang yang juga mendapat kucuran dana, yaitu Bidang Sumber Daya Air dengan alokasi anggaran sebesar Rp 107,91 miliar, yang dibagi menjadi 2 kelompok pekerjaan fisik dan non fisik. Pekerjaan fisik meliputi 19 kegiatan dengan anggaran Rp 79,89 miliar. Pekerjaan non fisik dengan 30 kegiatan dikucuri anggaran sebesar Rp 28,01 miliar.

Bidang terakhir adalah, Cipta Karya dengan alokasi anggaran belanja sebesar Rp 423 miliar dengan 2 jenis pekerjaan. Masing-masing program pengelolaan dan pengembangan sistem penyediaan air minum dengan Pagu anggaran Rp 38,702 miliar. Selanjutnya program penataan bangunan gedung dengan Pagu anggaran sebesar Rp 240,549 miliar.

Penulis : Ningsih

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x