src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Alif Turiadi. (Andri/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Lama tidak beroperasi, Rice Processing Unit (RPU) di Kecamatan Tenggarong Seberang akan dibenahi. Sumber usaha dari Perusda Tunggang Parangan (TP) ini sebenarnya diharapkan mampu menghasilkan PAD walau gagal di tengah jalan.
“Insya Allah kita akan benahi RPU, ” jelas Sekretaris Daerah Kabupaten Kukar Sunggono, kepada Headlinekaltim.co.
Sunggono berujar, inventarisasi akan dilakukan terlebih dahulu terkait kondisi aset RPU. Bagian mesin yang masih dalam kondisi bagus hingga rusak parah. Jika butuh perbaikan, maka berapa biaya yang dibutuhkan.
“Nanti bakal diketahui, berapa kemampuan produksi beras di RPU tersebut, ” jelasnya.
Pemkab Kukar berharap besar dari pengelolaan usaha yang dikelola Perusda Kukar dapat memperoleh keuntungan dan mampu menyumbangkan PAD.
“Pendapatan dari pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) migas dari Pusat ke Kukar berpotensi alami penurunan tiap tahunnya, ” ungkapnya.
Wakil Ketua DPRD Kukar Alif Turiadi yang berasal dari dapil Tenggarong Seberang, Sebulu, dan Muara Kaman mengapresiasi niatan Pemkab ini.
“Bagus saja, kalau mau dibenahi, kan sekarang RPU tidak berjalan maksimal, ” ungkapnya.
Alif mengatakan, persoalan RPU sudah dibahas serius oleh Komisi II DPRD Kukar. Mesin RPU banyak yang rusak.
“Bahkan DPRD sudah bertemu dengan teknisi mesin RPU, infonya mesin RPU bisa juga buat olah komoditas kelapa sawit, ” jabarnya.
Alif menambahkan, persoalan bisnis RPU tidak berjalan karena selama RPU beroperasi menawarkan harga gabah petani di bawah harga pasaran. Petani memilih menjual ke tengkulak karena harga jualnya lebih tinggi.
“Kalau mau cari gabah atau beras murah, bisa saja dengan menggandeng Bulog. Namun ini tidak dilakukan RPU, ini yang kami sayangkan, ” ujarnya.
penulis: Andri
editor: MH Amal