src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Orangtua Siswa Geruduk Kantor Disdik, Pertanyakan Sistem Radius PPDB Online

Orangtua Siswa Geruduk Kantor Disdik, Pertanyakan Sistem Radius PPDB Online

2 minutes reading
Monday, 21 Jun 2021 19:33 241 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Sejumlah orangtua siswa pada Senin 21 Juni 2021 pagi pukul 09.00 WITA mendatangi kantor Dinas Pendidikan yang terletak di jalan Ruhui Rahayu Balikpapan.

Mereka mempetanyakan sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) online dengan sistem zonasi, menggunakan radius jarak sekolah dengan rumah calon siswa, khususnya untuk tingkat SD dan SMP.

Salah satu orangtua siswa, Thessa menduga terjadi gangguan pada sistem penentuan jarak rumah dengan sekolah. Pasalnya saat input pertama, jarak yang keluar lebih dari seribu meter. Kemudian setelah meminta keterangan dari pihak sekolah, terjadi revisi data jarak hingga 300 meter.

“Kami menduga sistemnya gangguan, Mas, soalnya data radius jarak bisa berubah. Kami inginnya segera diperbaiki sebelum pendaftaran ditutup. Karena kami khawatir anak kami tidak bisa masuk ke SMP yang ingin dituju,” ujarnya saat menggelar protes di kantor Disdik.

Sementara orangtua siswa lain, Yuli menyatakan anak – anak yang lulus SD di kelurahan Prapatan, kecamatan Balikpapan Kota tidak bisa melanjutkan ke SMP Negeri, dikarenakan jarak rumah yang jauh dari sekolah tujuan.

“Nama anak saya sudah telempar dari tiga SMP Negeri yang ada di kawasan Gunung Pasir. Padahal itu sekolah SMP negeri yang terdekat. Masa semua anak lulusan SD di Prapatan harus masuk swasta semua ? kan biayanya tidak murah,” ujarnya dengan nada kesal.

Menyikapi tuntutan tersebut, kepala Dinas Pendidikan Balikpapan, Muhaimin mempersilahkan orangtua untuk mendatangi sekolah tujuan untuk merevisi radius jarak agar lebih tepat.

“Silahkan ke sekolah utuk revisi jika jarak yang dikeluarkan tidak sesuai. Ini baru pertama kami menerapkan radius jarak rumah dengan sekolah, sehingga ada kemungkinan terjadi gangguan pada sistem,” ujarnya.

Selain itu untuk Kelurahan Prapatan akan dilakukan peninjauan ulang. Pasalnya hanya ada 3 SMP terdekat dan teletak di Kelurahan Telaga Sari.

“Berdasarkan arahan walikota, setelah pendaftaran zonasi selesai, dan sekolah masih memiliki kuota, maka akan dibuka jalur prestasi dengan melihat nilai tertinggi, bukan rangking sekolah,” timpalnya.

Muhaimin juga meminta pada orangtua agar melihat hasil akhir pendaftaran jalur zonasi pada 28 Juni mendatang. Pada pukul 11.00 WITA, aksi tersebut bubar dan berlangsung damai.

Penulis: Iwan
Editor: MH Amal

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x