src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Operasi Pencarian terhadap Dewi Fina Sepakat Dihentikan

Operasi Pencarian terhadap Dewi Fina Sepakat Dihentikan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 5 Apr 2025 20:51 751 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Setelah melakukan pencarian sesuai dengan rencana operasi pada hari ke-5, Sabtu 5 April 2025,  operasi pencarian terhadap Dewi Fina (24), warga Samarinda yang hilang setelah tenggelam di Sungai Karang Mumus Samarinda pada Senin 31 Maret 2025 dini hari lalu dihentikan.

Pada hari ini, tim SAR membagi diri dalam tiga search rescue unit (SRU). SRU 1 melakukan pencarian di sekitar LKP ke arah hilir sampai muara Sungai karang Mumus Samarinda dengan menggunakan Polietilen BPBD; SRU 2 melakukan penyisiran dari LKP ke arah hilir sejauh 10 KM dengan menggunakan Rubber Boat Basarnas dibantu visual udara menggunakan drone thermal; dan SRU 3 melakukan penyisiran dari LKP menuju ke arah hulu sampai dengan jembatan pasar Segiri dengan menggunakan perahu milik keluarga korban.

Hingga pukul 15.45 WITA, hasil pencarian dan tanda-tanda korban masih nihil. Setelah melakukan koordinasi dengan keluarga dan unsurs SAR di lokasi kejadian, Tim SAR gabungan bersama keluarga sepakat untuk menghentikan operasi SAR karena tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Namun, tetap dilanjutkan dengan pemantauan. Operasi SAR diusulkan untuk ditutup, dan seluruh unsur akan dikembalikan ke kesatuannya masings, serta dilanjutkan dengan status kesiapsiagaan,” kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Balikpapan Endrow Sasmita di Samarinda, Sabtu 5 April 2025.

Diketahui, pada Senin 31 Maret 2025 dini hari sekira pukul 03.00 WITA, seorang saksi mata di lokasi kejadian melihat korban timbul tenggelam dan teriak minta tolong hingga akhirnya korban tidak terlihat lagi. Saksi tersebut lalu memberitahukan ke warga setempat.

Kantor SAR Balikpapan menerima informasi pada Selasa 1 April 2025 pukul 07.05 WITA. Selanjutnya pada pukul 07.20 Wita satu tim diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan pencarian. ‘Sejak menerima informasi, kami terus melakukan pencarian hingga hari ini. Kalau kemarin tim melaksanakan penyisiran sejauh 8 km ke arah hilir menggunakan perahu karet, dibantu visual udara menggunakan drone thermal sampai pukul 18.00 Wita, hari ini tetap kami lakukan pencarian,” katanya.

Selain SAR, tim dari berbagai unsur yang melakukan pencarian terhadap korban antara lain dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Polres Samarinda, Polairud, relawan, dan warga setempat. (ama)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x