src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> OpenAI Siapkan Akses Lebih Luas untuk ChatGPT, Fokus pada Fitur Pengguna Dewasa Terverifikasi

OpenAI Siapkan Akses Lebih Luas untuk ChatGPT, Fokus pada Fitur Pengguna Dewasa Terverifikasi

2 minutes reading
Monday, 20 Oct 2025 11:40 281 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Perusahaan teknologi OpenAI berencana membuka akses yang lebih luas terhadap fitur percakapan ChatGPT bagi pengguna dewasa terverifikasi mulai Desember mendatang. Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan baru yang menyesuaikan batasan interaksi berdasarkan usia pengguna.

Dilansir dari Antara Kaltim, CEO OpenAI Sam Altman menyampaikan bahwa perusahaan tengah mempersiapkan sistem pembatasan usia yang memungkinkan penyesuaian tingkat kebebasan interaksi bagi pengguna dewasa tanpa mengabaikan aspek keselamatan digital.

“Pada Desember, ketika sistem pembatasan usia diterapkan sepenuhnya dan sebagai bagian dari prinsip ‘memperlakukan pengguna dewasa sebagai orang dewasa’, kami akan memberikan lebih banyak keleluasaan bagi pengguna yang telah diverifikasi,” ujar Altman melalui unggahan di platform X, dikutip Kamis.

Menurut laporan Engadget, sebagian pengguna ChatGPT sebelumnya diketahui mencoba menguji batas kemampuan sistem dalam menanggapi percakapan sensitif. Pernyataan Altman menandai pengakuan resmi bahwa OpenAI akan menyesuaikan kebijakan penggunaan bagi pengguna dewasa terverifikasi, dengan tetap menerapkan pengawasan dan kontrol keamanan ketat.

OpenAI juga menyebut bahwa kebijakan baru tersebut akan berlaku tidak hanya di ChatGPT, tetapi juga bagi pengembang aplikasi pihak ketiga yang terhubung dengan platform, asalkan sistem verifikasi usia dan perlindungan pengguna telah diterapkan dengan benar.

Jika aturan baru mulai dijalankan pada Desember, maka pengguna dewasa akan memperoleh pengalaman percakapan yang lebih personal sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap keamanan penggunaan kecerdasan buatan, terutama setelah muncul laporan terkait dampak psikologis pada sebagian pengguna muda. Salah satu kasus yang sempat menjadi sorotan adalah kematian seorang remaja di Inggris yang dikaitkan dengan penggunaan ChatGPT.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, OpenAI meluncurkan GPT-5, versi terbaru dari model kecerdasan buatan mereka. Sistem baru ini diklaim mampu mengurangi respons ekstrem serta menambahkan fitur pengingat otomatis agar pengguna dapat menjaga kesehatan mental dan keseimbangan waktu penggunaan.

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x