22.1 C
Samarinda
Wednesday, June 16, 2021

Objek Wisata Tutup, 33 Wisatawan Asal Tarakan Nekat Masuk Maratua

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Sejumlah wisatawan asal Kota Tarakan, Kalimantan Utara, dipulangkan usai menginap di Noah Maratua Resort di Pulau Maratua, Berau, pada Sabtu 15 Mei 2021 pagi.

Camat Maratua Marsudi menuturkan, informasi awal yang diterimanya, ada tamu menginap adalah pemilik resort beserta keluarganya pada 18 Mei 2021. Ternyata, rombongan sudah tiba pada Jumat 14 Mei 2021 sore sekira pukul 17.00 WITA kemarin. Rupanya ada 33 orang.

“Semalam kita langsung datangi bersama Tim Gugus Tugas Maratua ke sana, dari Polsek, Pol PP, Koramil, kita datangi yang bersangkutan. Keluarganya memang ada sekitar 9 orang. Tapi sisanya itu yang menjadi pertanyaan kita, yang mungkin notabene-nya teman-temannya, intinya tamulah seperti itu,” ucap Marsudi saat dihubungi melalui telepon, pada Sabtu 15 Mei 2021 siang.

Pihaknya mempertanyakan 24 orang yang turut ikut menginap di resort tersebut. Ia bersama tim gugus tugas bersama Polsek dan Koramil Maratua segera melakukan pengecekan dan sempat mendirikan pos di sana. Surat manifest atau kedatangan juga dicek.“Itulah yang saat ini kita halau dan suruh pulang,” kata dia.

Dikatakannya, pemilik resot beserta keluarga dan tamunya yang berjumlah 33 orang itu telah dipulangkan pada Sabtu 15 Mei 2021 pagi sekitar pukul 10.30 WITA. “Semuanya berasal dari Tarakan dan dikembalikan kesana,” bebernya.

Ia menyebut, selama libur Lebaran 2021, mulai tanggal 6-17 Mei 2021, wisata di Kabupaten Berau, termasuk di Kecamatan Maratua, tutup. Untuk itu, pengurus resort dan penginapan serta Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia (PUWSI) Maratua yang ada di Berau sepakat untuk tidak menerima tamu. Hal itu untuk mencegah penularan COVID-19 di Maratua yang kini sudah zona hijau.

“Nah objek wisata mulai dari Kakaban, Sangalaki dan lainnya itu’ kan ditutup. Ada yang tamunya telah memesan jauh-jauh hari di-cancel, batalkan. Bahkan, ada yang sudah menerima DP, terpaksa di kembalikan,” bebernya.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, beberapa waktu lalu mengungkapkan penutupan objek wisata di Kabupaten Berau dilakukakan karena dikhawatirkan akan menyebabkan klaster baru usai liburan Lebaran. Hal itu juga untuk mempertahankan daerah wisata yang masuk wilayah dengan status zona hijau.

“Kami khawatir ada yang positif, kemudian berlibur dan menyebabkan masyarakat di lokasi wisata terpapar,” kata Gamalis.

Ia mengatakan, sesuai dengan edaran pemerintah pusat, penutupan dilakukan sejak 6-17 Mei. Namun, untuk Berau, masih akan melihat perkembangan lagi apakah penutupan akan diperpanjang atau tidak. “Bisa lewat tanggal 17, bisa kurang,” jelasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Masrani mengakui, pertimbangan ditutupnya lokasi wisata karena dikhawatirkan ada wisatawan yang terpapar. Sementara diketahui banyak kawasan wisata yang masuk wilayah zona hijau.

“Masih ada wilayah zona merah, seperti Tanjung Redeb. Dikhawatirkan, ada yang positif datang ke lokasi wisata. Sementara pemerintah mempertahankan agar zona hijau tidak berubah,” jelasnya.

Sementara bagi penyedia jasa speedboat, lanjutnya, tetap diperbolehkan beroperasi untuk transportasi masyarakat di lokasi wisata yang ada kebutuhan mendesak, bukan untuk mengantar penumpang.

Namun, motoris harus membawa surat tugas. Begitu juga masyarakat jika ingin ke suatu wilayah harus ada keterangan bebas COVID-19. Jika tidak ada, penumpang tidak boleh turun dari speedboat dan akan diarahkan kembali.

“Yang wisatawan untuk sementara ini tidak boleh masuk. Sanksinya ada, meskipun mengantongi surat antigen bebas COVID-19,” pungkasnya.

Penulis: Sofi
editor: Mh Amal

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar