src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Pengurus Nasdem Kaltim usai acara doa bersama. (ningsih)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Hari ini, Senin 1 Agustus 2022, tepat pukul 10.00 WIB Partai Nasdem akan mendatangi kantor KPU untuk mendaftarkan diri sebagai peserta Pemilu 2024.
Sejumlah persiapan sudah dilakukan sejak jauh hari, mulai dari kepengurusan, keanggotaan, Sipol dan dokumen pendukung lain yang sudah 100 persen. Bahkan, partai Nasdem seluruh Indonesia juga menggelar doa bersama untuk memudahkan proses pendaftaran partai politik hari ini di KPU.
Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Kaltim Fatimah Asyari mengatakan, sebelum menuju ke kantor KPU hari ini, seluruh tingkatan partai Nasdem se-Indonesia akan melakukan doa bersama hingga pendaftaran secara daring.
“Besok (hari ini, red), jam 9 WIB, kita doa bersama di DPP. Se-Indonesia kami juga akan mengikuti secara daring. Kemudian teman-teman DPP akan menuju ke KPU. Pada saat pendaftaran di KPU, kami juga akan mengikuti secara daring. Kami berharap dengan doa kita semua dan usaha yang telah kita laksanakan, pendaftaran partai Nasdem berjalan lancar, ” ucapnya, saat ditemui usai menggelar doa bersama seluruh kader DPW partai Nasdem Kaltim, tadi malam.
Dikatakannya, Nasdem sebenarnya memiliki harapan besar untuk menjadi pendaftar nomor 1, lalu diterima sebagai pendaftar peserta nomor 1 dan peserta dengan nomor urut 1. Namun rupanya dari KPU telah menentukan partai Nasdem untuk mendaftar pukul 10.00 WIB.
“Itu harapan kami. Kita berusaha untuk melengkapi Sipol, kami juga sudah berjuang maksimal dan membentuk jaringan di bawah untuk masing-masing Caleg. Tapi kami sadar, semua usaha, kerja keras tidak boleh lepas dari doa. Semoga apa yang kami lakukan berhasil baik dan bermanfaat bagi rakyat, ” harapnya.
Fatimah Asyari menyebut, ada lebih dari 83 ribu anggotanya.
“Se-Kaltim 83.089, tapi ini bergerak terus. Tertinggi di Samarinda, 34.698 dan terendah di Mahulu,” sebutnya.
Menurut dia, rendahnya jumlah anggota partai Nasdem di Kabupaten Mahulu karena banyak faktor. Diantaranya terbatasnya akses internet.
“Di sana jaringan terbatas, bahkan untuk Sipol saja yang input DPW, ” katanya.
Sementara itu, terkait dengan kesiapan menghadapi Pemilu 2024, Fatimah Asyari menerangkan, secara normatif kepartaian, saat ini partainya masih berkonsentrasi untuk pendaftaran dan verifikasi faktual. Dengan data yang lengkap, pihaknya meyakini tidak ada kesulitan yang besar.
Setelah rampung tahap pendaftaran, pihaknya langsung berkonsentrasi pada tahap Pileg dan Pilpres.
“Secara personal, semua yang menjadi calon anggota dewan sudah bergerak masing-masing, membentuk jaringan pribadi. Jadi, secara partai belum terjadwal, tapi secara pribadi sudah turun untuk mensosialisasikan diri. Karena kami punya kesepakatan, di Desember sebelum penentuan Caleg, akan ada survey untuk menentukan 100 persen. Kalau mereka mau lolos, harus kerja sekarang. Kalau mau jadi Caleg tapi popularitas kalah, dia tidak akan berharap banyak, ” bebernya.
Mengenai Caleg yang merupakan pengurus partai, Fatimah Asyari menegaskan bahwa partainya tidak akan membuat prioritas khusus bagi pengurus partai.
“Tidak ada, kita sadar sebagai pengurus, waktu kita banyak di partai. Sementara, teman yang bukan pengurus, mereka punya banyak waktu bekerja di luar. Tapi kita mau objektif, karena partai ini mau menang, maka tidak ada prioritas. Kalau pengurus hasil survey rendah, dia harus legowo untuk tidak masuk 100 persen Caleg, ” tegasnya.
Penulis: Ningsih
Editor: MH Amal