src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Muhammad Syaripuddin Membuat Gasing Kayu Selama 15 Tahun, Senang Permainan Tradisional Lestari di Masyarakat

Muhammad Syaripuddin Membuat Gasing Kayu Selama 15 Tahun, Senang Permainan Tradisional Lestari di Masyarakat

3 minutes reading
Thursday, 20 Feb 2025 22:49 454 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Menekuni kerajinan membuat gasing, permainan rakyat yang populer, menjadi semacam kesenangan bagi Muhammad Syaripuddin. Membuat gasing sudah dilakukannya sejak tahun 2010.  Sudah banyak orang yang memainkan gasing kayu buatannya.

“Seingat saya, sejak tahun 2010 buat gasing,” cerita Syaripuddin, Kamis 20 Februari 2025, kepada Headlinekaltim.co.

Syaripuddin tidak selalu menjual gasing buatannya guna mendapatkan uang. Justru, dirinya terkadang memberikan gratis kepada komunitas masyarakat. “Yang penting komunitas masyarakat senang main gasing buatan saya, itu sudah suatu kebahagian,” ungkapnya.

Dia ingin agar permainan tradisional ini tetap lestari di tengah masyarakat. Namun, jika harus  menjual, gasing dibandrolnya dengan harga bervarisi. Tergantung bahan kayunya. Kalau kayu bangaris lebih mahal dari gasing berbahan ulin. Gasing untuk adu tanding berbahan bangaris harganya Rp 100-150 ribu. Sedangkan berbahan ulin dibandrol di bawah harga tersebut.

“Ini aja, udah satu bulan ini, tidak bikin gasing dari bangaris, karena bahannya susah didapat, kayu dari hutan. Lagi musim hujan. Biasanya dapat kayu bangaris dari Desa Benua Puhun kecamatan Muara Kaman, dan Desa Bendang Raya Tenggarong,” terangnya.

Selain melayani komunitas dan perorangan yang butuh gasing kayu, Syaripuddin kerap mendapatkan orderan dari kelembagaan atau sekolah. Namun, belum pernah mendapatkan permintaan gasing dari luar Kukar.

“Ada pesanan dari Rumah Budaya Kutai (RBK) 100 biji gasing, ada juga pesanan dari sekolahan tetapi tidak banyak permintaannya,” ungkapnya.

Pria ini mengaku mendapat keahlian membuat gasing kayu yang berkualitas bagus secara otodidak. Bahkan, dia sendiri tak tahu berapa jumlah gasing yang diproduksi dalam sebulan, Sebab, selain membuat gasing, Syaripuddin juga membuat piala.

“Karena menyesuaikan waktu saya juga sebagai staf Pemerintah Kelurahan Mangkurawang,” terangnya.

Saat ini, semakin banyak warga dan komunitas memainkan gasing. Ini membuatnya senang. Di tengah godaan gim daring di gawai, kalangan pelajar dan anak-anak perlu diperkenalkan dengan permainan tradisional yang lebih mengedepankan interaksi sosial.
“Harapan saya, semakin banyak yang mencintai permainan gasing di Kukar,” harapnya.

Penanggungjawab Permainan Tradisional Rumah Budaya Kutai (RBK) Pepen menyebut, lembaganya akan terus konsisten memperkenalkan permainan tradisional kepada  kalangan pelajar. Lembaganya sudah beberapa kali menguji tingkat pengetahuan pelajar terhadap permainan tradisional, hampir rata-rata minim.

“Kondisi seperti itu, bisa dikatakan miris. Berarti minim perkenalkan permainan tradisional di sekolah,” ucapnya.

Permainan tradisional banyak tersedia di Sekretariat RBK beralamat di Jalan Mulawarman Nomor 33 Tenggarong. Guna mendapatkan alat permainan tradisional, RBK bekerja sama dengan beberapa mitra kerja, seperti menerima gasing dari tiga mitra yang terjalin selama ini.

“Memperkenalkan permainan tradisional, harus siap terima iklas, seperti ada yang alami kerusakan, maka kami tidak meminta diganti, atau ada yang minta gasing karena butuh, maka akan kami kasih,” terangnya.(Andri)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x