Beranda Samarinda Minta Maaf, Pengunggah Akui Tidak Ada Pembayaran Denda Rp250 Ribu

Minta Maaf, Pengunggah Akui Tidak Ada Pembayaran Denda Rp250 Ribu

memenuhi panggilan Satpol PP terkait unggahan di media sosial
kedua pelaku pengunggah denda masker memberikan klarifikasi.
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Mut Mainnah dan adiknya Putri, pada  Jumat 14 Agustus 2020 memenuhi panggilan Satpol PP terkait unggahannya di media sosial yang mendiskreditkan instansi Satuan Polisi Pamong Praja Kota Samarinda. Keduanya datang sekira pukul 14.00 WITA.

Pertemuan antara jajaran Satpol PP dan keduanya berlangsung di ruang rapat,  selama lebih dari dua jam.

“Kami memanggil yang bersangkutan untuk menjelaskan kejadian sampai diunggahnya Video tersebut di medsos, sekaligus meminta klarifikasi dari yang bersangkutan, karena apa yang ditudingkan kepada kami itu tidak benar dan sangat menyudutkan kami,” kata Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP kota Samarinda, Joshua Laden.

Advertisement

Dari pengakuan Mut Mainnah selaku penggugah video, motivasinya hanya sebagai informasi kepada masyarakat Samarinda bahwa Peraturan Wali Kota Nomor 38/2020 sudah berlaku, sanksi masker sudah berjalan semestinya.

“Motivasi saya agar masyarakat Samarinda tahu bahwa imbauan pakai masker sudah berjalan pada mestinya. Dengan adanya kaya gini jadi masyarakat benar benar menjalankan,” katanya.

Putri, adik Mutmainah menceritakan, dia didatangi oleh seorang wanita yang mengaku dari anggota Satpol PP. Petugas itu memperingatkan dirinya terkait penggunaan masker.

“Hanya diimbau. Tapi jika nanti mengulangi lagi baru kena denda. Jadi tidak ada denda Rp 250 ribu, malam itu,” katanya.

Soal bahasa yang digunakan dalam unggahannya, Mut Mainnah mengakui itu murni kesalahannya. “Ya saya akui, saya salah. Saya minta maaf. Memang tidak ada pembayaran uang Rp 250 ribu,” tuturnya.

Penulis: Ningsih

Komentar
Advertisement