src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Organisasi Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) Kabupaten Kukar periode 2023-2028 dipimpin oleh sosok perempuan bernama Maria Ester. Dia adalah Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan(Disdikbud) Kukar.
“Saat ini saya diamanahkan saat Musyawarah Daerah PDKT untuk menjabat sebagai ketua,” sebut Maria di Gedung Puteri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang, Selasa 25 Juli 2023.
Pelantikan pengurus PDKT Kukar ini dihadiri perwakilan PDKT di 20 kecamatan se- Kukar Juga hadir kelompok adat dayak lainnya, serta beberapa perwakilan paguyuban suku di Kukar.
Maria menyebut, jika orang dayak berkumpul, kadang berbeda bahasa antara satu dengan yang lainnya, tapi dayak tetap bersatu.
“Pengurus yang baru harus punya semangat yang baru, jaga adat budaya lelulur dayak. kami juga akan perkuat SDM, dengan melibatkan pemerintah dan organisasi lainnya serta pihak swasta,” sebutnya.
Ketua Umum PDKT, Syaharie Jaang mengatakan, pada tahun 1980 sulit orang dayak masuk dan aktif berorganisasi. Dan ini bukan hanya di kabupaten saja, di ibu kota Kaltim, Samarinda juga sedikit yang mau berorganisasi
“Beda dengan sekarang, yang masuk organisasi dayak banyak, ada yang doktor dan dokter,” sebut mantan Walikota Samarinda ini.
Jaang meminta PDKT Kukar untuk menjaga stabilitas jelang tahun politik dan jangan bercerai berai. Orang dayak harus terus bersemangat meningkatkan kapasitas pendidikan agar masa depan lebih baik.
“Saya dari Long Pahangai, dulu, jika ke Samarinda jalan darat bisa 3 hari baru sampai karena perbatasan dengan Malaysia. Karena orang tua saya terus semangati untuk ambil pendidikan sehingga bisa seperti saat ini,” ungkap Jaang.
Bupati Edi Damansyah yang ikut hadir berpesan agar pengurus bersatu dan melupakan perbedaan saat Muscab PDKT.
“Terus bersatu kompak dan kuat. Menjadi organisasi yang produktif, memberikan dampak besar ke masyarakat. Karena persaingan menghadapi IKN saat ini lebih ketat,” harap Edi.(Andri)