Beranda BUMI ETAM Lurah Mugirejo Wafat, Warga Bentangkan Poster Duka di Sepanjang Jalan

Lurah Mugirejo Wafat, Warga Bentangkan Poster Duka di Sepanjang Jalan

Lurah Mugirejo Wafat, Warga Bentangkan Poster Duka di Sepanjang Jalan - headlinekaltim.co
Warga membentangkan poster bertuliskan ungkapan belasungkawa dan ucapan selamat jalan kepada almarhum Lurah Mugirejo. (foto: Amin/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Lurah Mugirejo Sumadi, meninggal dunia di Rumah Sakit AW Sjahranie, Minggu 30 Agustus 2020. Sumadi terkonfirmasi positif Covid-19 dan masuk rumah sakit pada 24 Agustus 2020 lalu.

Warga Kelurahan Mugirejo mengungkapkan duka yang mendalam atas kehilangan sosok Sumadi. Warga membentangkan poster bertuliskan ucapan duka saat petugas pemakaman yang membawa jenazah melintas di Jl DI Panjaitan, Kota Samarinda, Kaltim.

“Pasien memiliki comorbid hipertensi dan diabetes mellitus,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih.

Advertisement

Tim Satuan Tugas Covid-19 dari BPBD Samarinda melakukan pemakaman terhadap jenazah Lurah Mugirejo sesuai protokol kesehatan di Taman Pemakaman Raudatul Jannah di Jl Serayu Tanah Merah.

Sebelumnya, Camat Sungai Pinang Nurhasanah membenarkan Lurah di Mugirejo positif Covid-19. Pelayanan Kantor Kelurahan tersebut sementara ditutup.

“Salah satu Lurah di Sungai Pinang dijemput tim Satgas Covid-19. Dia sudah lama sakit sejak 13 Agustus dan minta izin kepada saya. Ketika itu, saya sarankan ke dokter,” ujar Nurhasanah, Selasa 25 Agustus 2020 lalu.

Sumadi, dikatakan Nurhasanah, tak kunjung sembuh meski sudah ke dokter. Kemudian, sempat memeriksakan diri ke Rumah Sakit Dirgahayu dengan cek darah. Hasilnya, kondisi kesehatannya masih baik dan diperbolehkan pulang

“Tidak apa-apa dari hasil cek darah. Sejak itu, saya setiap hari komunikasi dengan beliau. Istrinya memaksa untuk periksa ke rumah sakit Hermina dan rapid tes yang hasilnya reaktif. Tes swab juga positif katanya,” kata Nurhasanah.

Sumadi dikenal Lurah yang aktif ke lapangan dan sering berjumpa warga. Belum diketahui riwayat kontak penularan Covid-19 ke dirinya. “Setahu saya, dia hanya di Samarinda,” ujar Nurhasanah.

Penulis: Amin

Komentar
Advertisement