src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bazar UMKM. (Foto: Riska/headlineakltim.co)
HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – DPRD Berau mendorong 100 kampung yang ada di Kabupaten Berau memiliki produk unggulan. Hal ini bertujuan untuk mendukung sektor pariwisata, meningkatkan perekonomian lokal, serta memperkuat sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Bumi Batiwakkal.
Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina menyampaikan, setiap kampung memiliki potensi yang berbeda-beda. Baik itu sektor, pariwisata, perikanan, pertanian, perkebunan dan lainnya. Selain itu, potensi tersebut dapat dikembangkan dengan membuat kerajinan tangan, makanan khas, minuman lokal, kerajinan tekstil, produk olahan hingga souvenir unik.
“Begitu juga dengan kerajinan batik, tenun, dan rotan. Salah satunya seperti Kampung Long Beliu yang sudah ditetapkan menjadi kampung rotan,” ungkapnya.
Menurutnya, produk unggulan kampung bukan hanya berupa makanan saja, tetapi juga bisa kerajinan batik, tenun, rotan dan lainnya. Sehingga, daya saing ekonomi masyarakat akan meningkat secara signifikan. “Tentunya dukungan anggaran juga sangat diperlukan untuk memaksimalkan program ini,” ucapnya.
Politikus Partai Golkar ini juga menekankan pemasaran secara luas untuk produk unggulan 100 kampung di Kabupaten Berau. Pihaknya meminta agar dinas terkait dapat memperhatikan hal tersebut. Pemasaran produk ini dinilai sangat penting dalam meningkatkan penjualan produk yang ada di setiap kampung.
“Bagaimana langkah-langkah strategis dinas terkait nantinya, agar produk unggulan kampung ini dikenal dan diminati serta dijadikah tangan oleh wisatawan yang datang ke Berau,” tuturnya.
Elita berharap dengan memaksimalkan potensi kampung dan mengolahnya menjadi produk unggulan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. (Adv/Riska)