src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Batik Berau Jadi Primadona, Sumadi: Pengusaha Batik Harus Terus Berinovasi

Batik Berau Jadi Primadona, Sumadi: Pengusaha Batik Harus Terus Berinovasi

2 minutes reading
Thursday, 20 Nov 2025 20:02 103 huldi amal


HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Industri batik di Bumi Batiwakkal semakin berkembang pesat. DPRD Berau meminta kepada Diskoperindag Berau untuk terus memasarkan produk batik secara luas guna meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya perajin batik Berau.

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi mendorong pengusaha batik khas Berau untuk terus berinovasi meningkatkan kualitas batik lokal sebagai produk kebanggaan daerah. Pemanfaatan batik lokal khas Berau ini menjadi peluang yang sangat luar biasa bagi perekonomian.

“Dapat menyerap tenaga kerja lokal dengan membuka lapangan pekerjaan, serta mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Berau,” ucapnya.

Menurutnya, instansi-instansi baik di Berau maupun luar Berau berbondong-bondong memesan kain batik khas Berau. Hal ini membuktikan bahwa batik yang dibuat merupakan batik berkualitas dengan harga yang terjangkau. “Selain perajin batik, penjahit di Bumi Batiwakkal juga menerima efek positifnya,” ungkapnya.

Sumadi mengatakan, para perajin batik di Berau harus terus meningkatkan kualitas dan produksinya sehingga batik lokal tersebut dapat dikenal hingga tingkat nasional dan mancanegara.

Pihaknya juga mendorong perajin batik untuk melakukan kerja sama dengan instansi terkait. Ia berharap ke depan dapat dikembangkan lagi motif-motif batik lainnya yang menjadi ciri khas Kabupaten Berau.

“kita harus berpikir kreatif sekarang, karena sektor pertambangan sudah mulai berkurang. Jadi kita sudah harus menyiapkan alternatif lain untuk bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meminta kepada Pemerintah Kabupaten Berau untuk membuat payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) satu Surat Edaran mengenai penggunaan batik lokal untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun anak-anak sekolah.

“Dengan adanya peraturan tersebut diharapkan bisa mendorong batik di Kabupaten Berau terus berkembang,” pungkasnya. (Adv/Riska)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x