src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Longsor Samarinda: Lima Korban Selamat, Satu Masih Dicari di Tengah Hujan dan Banjir

Longsor Samarinda: Lima Korban Selamat, Satu Masih Dicari di Tengah Hujan dan Banjir

3 minutes reading
Wednesday, 28 May 2025 11:26 346 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan terus berpacu dengan waktu dan cuaca untuk menemukan satu korban yang masih tertimbun dalam bencana tanah longsor di Jalan Gerilya, Gang Keluarga, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Peristiwa memilukan ini terjadi saat hujan deras mengguyur kota sejak Selasa dini hari, menyebabkan lereng bukit longsor dan menimpa beberapa rumah warga di bawahnya.

Menurut data dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, sebanyak enam orang tertimbun puing-puing bangunan pasca longsor. Lima di antaranya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara satu korban bernama Sutiah (40 tahun) masih dalam pencarian hingga malam hari.

“Begitu menerima laporan pukul 13.45 WITA, kami langsung gerakkan tim rescue dari Pos SAR Samarinda menuju lokasi kejadian,” jelas Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Endrow Sasmita, dalam pernyataan resminya.

Tiba di lokasi, tim SAR disambut kondisi medan yang tidak bersahabat. Lumpur setinggi mata kaki dan jalanan sempit yang tergenang banjir menjadi tantangan berat. Sementara itu, warga sekitar yang lebih dulu tiba telah melakukan evakuasi darurat dengan alat seadanya.

Empat korban pertama berhasil ditarik keluar dari puing-puing berkat keberanian warga dan respon cepat dari relawan. Kemudian, sekitar pukul 15.20 WITA, tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan korban kelima, seorang perempuan muda bernama Ayu (22 tahun), yang langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat dalam kondisi sadar.

“Sementara satu orang korban lainnya, yakni Sutiah, hingga saat ini masih dalam proses pencarian. Kami terus berupaya agar korban segera ditemukan,” kata Endrow.

Kondisi cuaca yang tidak bersahabat memperlambat operasi pencarian. Hujan deras turun sejak pukul 05.00 WITA hingga 14.00 WITA. Debit air yang meningkat juga menyebabkan banjir di sekitar lokasi, mempersulit pergerakan tim dan distribusi logistik.

“Lokasi sangat sulit diakses. Selain longsor, banjir juga membuat peralatan berat sulit masuk. Tapi kami tidak menyerah,” ujar salah satu relawan dari BPBD Samarinda yang ikut serta dalam pencarian.

Tim SAR bekerja dengan menggunakan perlengkapan ekstrikasi, alat komunikasi canggih, serta dukungan medis yang siaga di lokasi. Setiap menit sangat berharga, terlebih dengan ancaman susulan jika hujan kembali turun.

Suasana haru menyelimuti lokasi kejadian. Keluarga korban dan warga sekitar berkumpul, berharap kabar baik dari tim penyelamat. Beberapa relawan dan warga lain terlihat menyediakan makanan dan minuman bagi petugas SAR yang bekerja tanpa henti.

“Kami cuma bisa berdoa agar Bu Sutiah bisa ditemukan selamat. Ini cobaan yang berat buat warga di sini,” ucap Fitriani (33 tahun), warga sekitar yang rumahnya nyaris tertimbun longsor.

Kepala Kantor SAR Balikpapan, Endrow Sasmita, menekankan pentingnya kewaspadaan di musim penghujan ini. Ia mengimbau warga yang tinggal di wilayah rawan longsor untuk segera mengungsi ke tempat aman saat hujan deras turun.

“Kami mengimbau masyarakat yang berada di daerah rawan longsor untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras dan segera melaporkan jika terjadi situasi darurat,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kota Samarinda bersama instansi terkait juga tengah memetakan zona rawan longsor serta menyiapkan tempat evakuasi sementara di beberapa titik.

Artikel Asli baca di antaranews.com

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer

LAINNYA
x