src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
rri.co.id HEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA – Menjelang Lebaran 2025, potensi pergerakan masyarakat diperkirakan mencapai 146,48 juta jiwa, setara dengan 52 persen dari total populasi Indonesia. Angka ini terungkap dari survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT) bersama Litbang Kompas.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa hasil survei ini telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto serta berbagai pemangku kepentingan, mulai dari DPR, Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah, Kepolisian RI, BUMN, hingga pihak swasta.
“Menyikapi angka tersebut, kami telah melakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian terkait, kepala daerah, dan pimpinan BUMN, guna memastikan perjalanan mudik dan balik Lebaran berlangsung dengan selamat, nyaman, dan lancar,” ujar Menhub Dudy dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2025 di Jakarta, Senin (17/3/2025).
Guna mengantisipasi potensi kemacetan dan kepadatan di simpul-simpul transportasi, pemerintah menyiapkan berbagai kebijakan efektif, antara lain:
Penerapan Work from Anywhere (WFA) untuk mengurangi kepadatan puncak arus mudik dan balik.
Penyelenggaraan mudik gratis guna mendorong pemudik menggunakan transportasi umum.
Rekayasa lalu lintas, termasuk contra flow dan one way di jalur-jalur utama.
Pengaturan lalu lintas di daerah rawan macet, terutama di Jawa dan Sumatera.
“Kami akan memastikan seluruh moda transportasi dapat beroperasi dengan optimal dan meminimalisir risiko kepadatan,” tambah Dudy.
Menurut survei, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 28 Maret 2025 (H-3) dengan pergerakan sekitar 12,1 juta orang, sedangkan puncak arus balik diperkirakan jatuh pada 6 April 2025 (H+5) dengan jumlah pemudik mencapai 31,49 juta orang.
Adapun daerah asal pemudik terbanyak adalah:
📍 Jawa Barat – 30,9 juta orang (21,1%)
📍 Jawa Timur – 26,4 juta orang (18%)
📍 Jawa Tengah – 23,3 juta orang (15,9%)
📍 Banten – 7,9 juta orang (5,4%)
📍 DKI Jakarta – 6,7 juta orang (4,6%)
Sementara daerah tujuan terbanyak adalah:
📍 Jawa Tengah – 36,6 juta orang (25%)
📍 Jawa Timur – 27,4 juta orang (18,7%)
📍 Jawa Barat – 22,1 juta orang (15,1%)
📍 Yogyakarta – 9,4 juta orang (6,4%)
📍 Sumatera Utara – 6,2 juta orang (4,2%)
Lima moda transportasi utama yang dipilih masyarakat selama mudik Lebaran 2025 adalah:
📍 Mobil pribadi – 33,69 juta (23%)
📍 Bus – 24,76 juta (16,9%)
📍 Kereta api antarkota – 23,58 juta (16,1%)
📍 Pesawat – 19,77 juta (13,5%)
📍 Sepeda motor – 12,74 juta (8,7%)
Diprediksi, puncak perjalanan mobil pribadi terjadi pada H-3 dengan 3,47 juta kendaraan, sedangkan puncak arus balik pada H+5 dengan 6,97 juta kendaraan. Potensi kepadatan diperkirakan terjadi di Tol Trans Jawa, dengan total pergerakan mencapai 7,95 juta kendaraan.
Untuk sepeda motor, puncak keberangkatan terjadi pada H-3 dengan 1,08 juta unit, sementara puncak kepulangan pada H+5 dengan 2,3 juta unit. Kepadatan diperkirakan terjadi di jalur arteri dan alternatif, dengan total pergerakan mencapai 4,41 juta unit.
Beberapa terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan yang diprediksi akan menjadi titik terpadat selama musim mudik 2025:
2. Stasiun Kereta Api
3. Bandara
4. Pelabuhan
Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2025. Salah satu langkah yang diambil adalah mengoptimalkan Pusat Informasi Transportasi yang beroperasi 24 jam setiap hari untuk memantau seluruh moda transportasi.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan agar penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini berjalan aman dan terkendali,” tutupnya.
Turut hadir dalam rapat koordinasi ini, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, serta para pimpinan BUMN sektor transportasi dan asosiasi transportasi.
Artikel Asli baca di rri.co.id
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim