src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman usai melakukan rapat rutin Forkopimda Kutim di Kantor Kejaksaan Negeri Sangatta. (Antara Kaltim/Muhammad Hafif Nikolas) HEADLINEKALTIM.CO, SANGATTA – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, aktivitas penukaran uang di pinggir jalan kembali marak. Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap peredaran uang palsu yang kerap muncul dalam momen seperti ini.
“Hati-hati penukaran uang di pinggir jalan, dikhawatirkan uang palsu sebab di beberapa daerah sudah banyak beredar. Kalau mau tukar uang lebih baik ke bank langsung,” ujar Ardiansyah seusai memimpin Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Sangatta, Senin (17/3).
Dalam upaya mencegah peredaran uang palsu, Pemkab Kutai Timur akan melakukan pengecekan langsung ke beberapa lokasi penukaran uang yang ada menjelang Lebaran. Hal ini sebagai langkah antisipasi agar masyarakat tidak menjadi korban modus penipuan yang sering terjadi saat tingginya permintaan uang pecahan.
Pada rapat Forkopimda tersebut, berbagai isu strategis dibahas sebagai persiapan menghadapi libur panjang Idul Fitri. Salah satu yang menjadi perhatian adalah peningkatan keamanan, terutama terkait arus mudik, kelancaran lalu lintas, serta pengamanan selama pelaksanaan ibadah dan perayaan Lebaran.
Selain isu peredaran uang palsu, rapat Forkopimda juga menyoroti beberapa agenda penting lainnya, seperti pengamanan mudik Lebaran, pelaksanaan Takbiran, kesiapan salat Idul Fitri, serta arus balik libur panjang. Bupati Kutai Timur juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat saat meninggalkan rumah untuk mudik.
“Kami imbau masyarakat yang mudik Lebaran harus berhati-hati. Usahakan jika meninggalkan rumah dalam keadaan aman, baik dari risiko kebakaran maupun pencurian,” tegasnya.
Artikel Asli baca di antaranews.com
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim