src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Komisi IV Gagas Pansus Revisi Perda Pendidikan, Sani: Sudah Usang dan Tak Sejahterakan Guru

Komisi IV Gagas Pansus Revisi Perda Pendidikan, Sani: Sudah Usang dan Tak Sejahterakan Guru

2 minutes reading
Wednesday, 13 Mar 2024 22:34 193 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kota Samarinda akan membentuk panitia khusus (Pansus) terkait revisi Perda Nomor 4/2013 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Pansus itu rencananya akan melibatkan semua pemangku kepentingan.

Saat wawancara kepada awak media usai rapat bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda pada Rabu 13 Maret 2024, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sani Bin Husein mengatakan bahwa Perda tersebut merupakan peraturan usang yang selama 10 tahun dilaksanakan tidak membuat para tenaga pendidik sejahtera.

Ia juga menyoroti adanya ketimpangan insentif yang diterima seorang guru sekolah dasar. Alih-alih berhak menerima nilai yang besar sesuai dengan beban pekerjaannya justru lebih kecil dari seharusnya. Termasuk juga para guru yang berada di lingkungan kota hanya menerima insentif yang jauh lebih murah dari apa yang mereka hasilkan untuk mencetak generasi emas Indonesia.

“Saya minta insentif itu kalau tidak bisa lebih dari provinsi minimal sama karena di provinsi itu sekitar Rp 3-4 juta, sedangkan kota Rp 700 ribu juga tidak sampai. Beban kerjanya lebih berat, otomatis insentifnya harus lebih besar atau minimal sama biar tidak ada kecemburuan sosial,” katanya.

Melalui Pansus yang dibentuk, diharapkan dapat membuka celah terhadap rencana kenaikan insentif pengajar yang mengalami ketidakadilan sehingga menjadi salah satu program utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur guna kesejahteraan para tenaga pendidik.

“Saya upayakan masuk ke program provinsi. Supaya ada yang masuk dijadikan bankeu. Kita akan lihat kemampuan keuangan daerah, provinsi. Uang di provinsi ‘kan jauh lebih banyak daripada kota. Silpa-nya provinsi sampai trilliun rupiah kan. Saya akan bantu mengalirkan dana itu ke kota, ke kantong-kantong buruh sampai titik darah penghabisan,” tandas Sani. (Zayn)

LAINNYA
x