src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kerja Sama dengan Negara Seychlles, Dorong Pengembangan Ekspor Produk IKM dan UMKM

Kerja Sama dengan Negara Seychlles, Dorong Pengembangan Ekspor Produk IKM dan UMKM

waktu baca 2 menit
Jumat, 31 Okt 2025 21:30 109 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Utusan Khusus Presiden Seychlles, Nico Barito beserta rombongan tiba di Kabupaten Berau pada Jumat, 31 Oktober 2025. Hal ini untuk membahas perkembangan blue economy khususnya pada sektor pariwisata dalam memaksimalkan potensi di Kabupaten Berau. Rapat kerja dan paparan kegiatan dilaksanakan di Ruang Rapat Sangalaki.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menyampaikan, kehadiran Utusan Khusus Presiden Seychlles merupakan wujud perhatian yang sangat berarti bagi Kabupaten Berau, khususnya dalam upaya melanjutkan pengembangan proyek ekonomi berkelanjutan. Kabupaten Berau terletak di ujung Kalimantan Timur dan dikenal memiliki keindahan alam yang luar biasa.

“Potensi wisata bahari, wisata alam, hingga budaya yang kami miliki menjadikan Berau sebagai salah satu destinasi unggulan di sektor pariwisata nasional,” jelasnya.

Hal ini menjadi momentum penting untuk membahas tindak lanjut penetapan kegiatan di kawasan proyek percontohan ekonomi biru. Berau memiliki potensi besar, mulai dari wisata bahari di Pulau Derawan, Maratua, hingga pesona Danau Labuan Cermin di Biduk-Biduk.

“Semua ini masih sangat alami dan perlu kita promosikan lebih luas ke dunia internasional,” ungkapnya.

Selain itu, Berau juga telah mengekspor sejumlah produk, termasuk hasil perikanan, bahkan produk olahan cokelat. Namun, Sri menyadari bahwa masih diperlukan peningkatan kapasitas SDM agar produk-produk tersebut dapat bersaing di pasar global.

“Kami percaya, potensi pariwisata tidak akan berkembang tanpa dukungan ekonomi kreatif dan partisipasi masyarakat,” ucapnya.

Ke depan, dirinya juga berharap adanya dukungan dalam pengembangan pendidikan, termasuk rencana pendirian sekolah internasional di Berau. Menurutnya penting agar generasi muda di Bumi Batiwakkal mampu berbahasa asing dan berkomunikasi dengan wisatawan maupun mitra internasional.

Konsep blue natural vertical melalui program investasi, manajemen berkelanjutan, serta dukungan pengembangan ekspor produk IKM dan UMKM dari Berau menuju pasar Afrika dan Eropa menjadi fokus utama.

“Saat ini, sebanyak 77 desa di Kabupaten Berau telah menerima dana karbon dari Bank Dunia. Kami berharap dana tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.

Sri mengucapkan terima kasih atas perhatian serta dukungan yang diberikan kepada Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk Indonesia, khususnya Kabupaten Berau. “Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut dan membawa manfaat besar, tidak hanya bagi Kabupaten Berau, tetapi juga bagi bangsa dan dunia internasional,” pungkasnya. (Riska)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x