src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kata Pengamat Soal Dampak KTT G-20 terhadap Investasi di IKN

Kata Pengamat Soal Dampak KTT G-20 terhadap Investasi di IKN

waktu baca 2 menit
Minggu, 20 Nov 2022 09:42 518 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Direktur Lembaga Research and Development Kukar sekaligus Pengamat Kebijakan Publik Fisipol Unikarta, Toni Nurhadi Kumayza menyebut peluang investasi besar-besaran di IKN Nusantara Kaltim setelah KTT G20 sukses digelar di Bali.

“Pemimpin dunia mulai menyinggung keberadaan IKN Nusantara Kaltim, ini akan menjadi daya tarik investasi internasional,” ucap Toni, Sabtu 19 November 2022.

Mantan Dekan Fisipol Unikarta ini juga menyinggung UU Nomor 3 tahun 2022 tentang IKN menjadi komitmen bersama karena IKN bukan hanya keinginan Presiden Jokowi dan DPR RI, tapi bagian dari komitmen rakyat Indonesia. Produk komitmen politik besar tersebut harus tetap dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya.

“Jika Presiden Jokowi tidak lagi menjabat, jangan sampai UU IKN diamandemen sehingga menghambat proses IKN,” ucapnya.

Toni menambahkan, IKN membuat pembangunan Indonesia yang didominasi wilayah Indonesia Barat, kini mulai mengarah ke bagian indonesia tengah.

“Apalagi Kaltim juga termasuk kawasan strategis alur laut Indonesia, yang pembangunannya dibutuhkan teknologi tinggi namun ramah lingkungan,” katanya.

Toni meyakini, IKN menjadi lokomotif pembangunan yang transformatif, berdaya saing, berinovasi serta memberikan dampak bagi daerah sekitarnya. Sehingga IKN bisa menjadi cerminan internasional dan nasional. Pemerintah daerah harus bangga dengan hadirnya IKN karena menjadi marwah pembangunan nasional.

Sejarah juga mencatat kerajaan Kutai yang merupakan kerajaan Hindu tertua pangkal peradaban dan mempunyai situs Mulawarman, sebuah simbol kejayaan Kaltim.

“Pembangunan IKN secara besar-besaran, pasti memiliki peluang dan tantangan yang harus disambut dengan antusias dengan cara dengan meningkatkan daya saing, IKN menjadi acuan kompetensi yang tinggi yang mengarah kepada persaingan Internasional, ini harus dipahami oleh orang Kaltim,” pungkasnya.(Andri)

LAINNYA
x