src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kaki Sering Kram? Waspadai 7 Penyakit Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Kaki Sering Kram? Waspadai 7 Penyakit Ini Bisa Jadi Penyebabnya

2 minutes reading
Wednesday, 29 Oct 2025 11:34 338 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Rasa kram pada kaki merupakan keluhan umum yang kerap dialami banyak orang, terutama saat beraktivitas atau setelah berolahraga. Kondisi ini biasanya muncul tiba-tiba dan membuat otot kaki, terutama bagian betis, mengencang secara tidak terkendali.

Dilansir dari CNN Indonesia, Cleveland Clinic menjelaskan bahwa kram kaki yang muncul sesekali tergolong normal. Namun, jika keluhan ini sering terjadi tanpa sebab yang jelas, bisa jadi merupakan tanda adanya gangguan kesehatan tertentu.

Berikut beberapa kemungkinan penyakit yang dapat memicu kaki sering kram, seperti dirangkum dari berbagai sumber:

1. Kekurangan kalium

Kalium berperan penting dalam mengatur kontraksi otot melalui sinyal antara otak dan otot. Kekurangan kalium dapat mengganggu proses ini, menyebabkan otot berkontraksi berkepanjangan dan menimbulkan kram.
Untuk mencegahnya, perbanyak konsumsi makanan kaya kalium seperti pisang, alpukat, atau bayam.

2. Multiple sclerosis (MS)

Multiple sclerosis merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan spastisitas, yaitu kondisi ketika otot terus-menerus menegang.
Spastisitas ini kerap menimbulkan kram pada kaki. Penderita MS disarankan menjaga pola makan sehat dan rutin melakukan peregangan otot.

3. Dehidrasi

Kurangnya asupan cairan menjadi penyebab paling umum terjadinya kram kaki. Saat tubuh kekurangan cairan, otot menjadi lebih mudah tegang dan sulit berelaksasi.
Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik, terutama saat beraktivitas fisik untuk mencegah kram otot.

4. Diabetes

Menurut WebMD, penderita diabetes tipe 2 cenderung sering mengalami kram otot di malam hari akibat kerusakan saraf atau neuropati diabetik.
Selain itu, ketidakseimbangan elektrolit karena kadar gula darah tinggi juga dapat memperparah gejala kram kaki.

5. Penyakit arteri perifer (PAD)

Peripheral artery disease terjadi ketika pembuluh darah menyempit sehingga aliran darah ke kaki berkurang. Akibatnya, timbul rasa lemas, kesemutan, hingga kram.
Medical News Today mencatat bahwa penyebab utama PAD adalah aterosklerosis, yakni penumpukan lemak di dinding arteri.

6. Osteoartritis

Penyakit sendi degeneratif ini menyebabkan kekakuan dan nyeri, termasuk kram otot jika osteoartritis menekan saraf di tulang belakang. Gejala biasanya disertai rasa sakit dan kekakuan pada sendi.

7. Hipotiroidisme

Ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon, saraf yang mengirim sinyal ke otot bisa terganggu.
Akibatnya, penderita hipotiroidisme dapat mengalami kesemutan, mati rasa, hingga kram pada kaki. Penanganan medis diperlukan agar fungsi tiroid kembali normal.

Para ahli menekankan pentingnya memperhatikan frekuensi dan intensitas kram kaki. Jika keluhan muncul semakin sering, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x