src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kadisdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor.( Sumber: Andri) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Thauhid Afrilian Noor, mengakui angka anak putus sekolah di Kukar lumayan tinggi.
Oleh karena itu, dirinya meminta kepada pihak sekolah untuk memantau dan melakukan pencegahan agar angkanya tidak semakin meningkat.
“Kalau untuk tingkat SMP, anak putus sekolah sekitar 100 kasus,” sebut Thauhid, Selasa 28 Februari 2023.
Thauhid menyebut, mendeteksi anak putus sekolah cukup mudah jika sekolah mau dan berkomitmen untuk lakukan penanganan bersama-sama.
“Membacanya, dari kelas 1 naik ke kelas 2 sebanyak 32 siswa, dan yang mendaftar melanjutkan sebanyak 30 siswa, nah yang sisa ditelusuri, kenapa tidak lanjut ke kelas 2,” ucapnya.
Thauhid mengurai, penyebab anak putus sekolah di Kukar karena kemiskinan, tidak termotivasi untuk lanjut sekolah, menikah mudah dan hamil muda, serta korban pelecehan atau pemerkosaan.
“Yang lebih dominan penyebab anak putus sekolah karena hilangnya motivasi untuk bersekolah,” ujarnya.
Pemkab Kukar sebut Thauhid, berkomitmen, mencegah anak putus sekolah dengan menyediakan beasiswa pendidikan Kukar Idaman.
“Jika tergolong keluarga miskin, juga bisa ditanggulangi melalui dana BOS,” ucapnya.
Thauhid juga mengajak guru-guru di Kukar agar meningkatkan kualitas diri dengan melanjutkan pendidikan kesarjanaan.
“Karena Pemkab Kukar juga punya program bantuan pendidikan 1.000 guru sarjana, ini harus dimamfaatkan oleh guru di Kukar yang belum sarjana,” pungkasnya.(**)
Penulis: Andri