27.5 C
Samarinda
Wednesday, June 16, 2021

Jeff Bezos Akan “Turun Tahta” di Amazon

HEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA – Setelah merintis dan mengantarkan kesuksesan Amazon menjadi salah satu raksasa perusahaan penjualan era digital, sang pendiri, Jeff Bezos akan meninggalkan posisinya sebagai CEO.

Orang terkaya di dunia ini menyatakan akan mengundurkan diri pada 5 Juli 2021. Rencana itu disampaikan dalam pertemuan tahunan dengan pemegang saham Amazon.

Bezos akan menyerahkan kendali Amazon kepada Andy Jassy, yang saat ini menjalankan Amazon Web Services. Pasca tak jadi CEO, Bezos akan menjadi dewan eksekutif Amazon.

Dikutip dari cnnindonesia.com melansir Companies History, Bezos mendirikan Amazon.com di garasi rumahnya di Bellevue, Washington, setelah meninggalkan pekerjaannya sebagai wakil presiden DE Shaw & Co., sebuah perusahaan Wall Street.

Ide mendirikan Amazon muncul setelah Bezos membaca laporan tentang masa depan internet yang memproyeksikan pertumbuhan perdagangan web tahunan sebesar 2.300 persen.

Bezos akhirnya membuat daftar 20 produk yang dapat dipasarkan secara online. Dia mempersempit daftar menjadi lima produk yang paling menjanjikan, meliputi compact disc, perangkat keras komputer, perangkat lunak komputer, video, dan buku.

Namun, Bezos akhirnya memutuskan Amazon akan menjual buku secara online, karena permintaan literatur yang besar di seluruh dunia, harga buku yang rendah, serta banyaknya judul yang tersedia di media cetak.

Dalam dua bulan pertama bisnis, Amazon berhasil menjual buku ke 50 negara bagian AS dan lebih dari 45 negara di dunia. Dalam dua bulan, penjualan Amazon mencapai US$20 ribu atau Rp286 juta (kurs Rp14.326) per minggu.

Setelah kesuksesan itu, Bezos membawa Amazon melantai ke bursa pada 1997. Harga saham Amazon kala itu US$18 atau Rp257 ribu per saham.

Meski sempat mengalami pertumbuhan yang melambat, Bezos perlahan tapi pasti berhasil membawa Amazon memberi keuntungan yang signifikan bagi para investor. Amazon bertahan dan tumbuh menjadi pemain besar dalam penjualan online.

Melansir Biography, Bezos terus mendiversifikasi produk yang ditawarkan di Amazon. Selain buku, dia Amazon mulai menjual pakaian, elektronik, mainan, dan lainnya melalui kemitraan ritel besar.

Ketika pesaingnya bangkrut, Amazon justru berkembang pesat dengan penjualan tahunan yang melonjak dari US$510 ribu atau Rp7,3 miliar pada tahun 1995 menjadi lebih dari US$17 miliar atau Rp243 triliun pada tahun 2011.

Pada 2018, Bezos menyatakan perusahaan telah melampaui 100 juta pelanggan berbayar untuk Amazon Prime. Amazon juga bernilai lebih dari US$1 triliun, menjadikannya perusahaan kedua yang pernah mencapai rekor itu hanya beberapa minggu setelah Apple.

Bezos lahir di Albuquerque, New Mexico, pada 12 Januari 1964. Bezos lulus summa cum laude dari Universitas Princeton pada tahun 1986 dengan gelar di bidang ilmu komputer dan teknik elektro.(*)

Artikel ini tayang di cnnindonesia.com, Sabtu 5 Juni 2021 dengan judul Kisah Jeff Bezos di Amazon, dari Merintis hingga Turun Takhta

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar