Beranda BUMI ETAM Ini Penjelasan Kadinkes Soal Vaksin COVID-19

Ini Penjelasan Kadinkes Soal Vaksin COVID-19

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur dr. Hj Padilah Mante Runa (foto: Ningsih/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim dr Padilah Mante Runa mengatakan distribusi pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Kaltim adalah kewenangan Kementerian berdasarkan surat Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Nomor : SR.02.06/II/80/2021 tanggal 8 Januari 2021.

Dia merincikan, distribusi vaksin dan rencana pelaksanaan vaksinasi dilakukan dengan 3 tahap. Yaitu :
1. Tahap 1, termin 1 telah diterima vaksin COVID-19 sebanyak 25.520 dosis vaksin untuk 2 kali penyuntikan dengan penentuan distribusi :
A. Kota Samarinda mendapatkan vaksin COVID-19 sebanyak 12.960 dosis yang diperuntukkan untuk Nakes 6.355 orang dan 10 orang tokoh di Kaltim.
b. Kabupaten Kukar mendapatkan vaksin sebanyak 7.040 dosis yang diperuntukkan untuk 3.503 Nakes dan 10 tokoh.
c. Sisa stok vaksin 5.520 dosis disimpan di voldroom Dinkes Provinsi Kaltim yang akan digunakan untuk 10 orang tokoh yang akan divaksinasi pada saat pencanangan tanggal 14 Januari 2021 dan sisanya menunggu arahan dari Direjen P2P.
d. Vaksin COVID-19 untuk Kota Samarinda dan Kabupaten Kukar telah didistribusikan pada 12 Januari 2021 yang selanjutnya oleh Dinkes Kabupaten didistribusikan ke masing-masing Faskes di wilayahnya. Pelaksanaan vaksinasi serentak pada 14 Januari besok.

2. 8 Kabupaten/kota yang belum mendapatkan distribusi pada termin 1 akan mendapatkan distribusi yang direncanakan pada Pebruari 2021 dengan rincian :
a. Berau, total Nakes 1.970 orang dengan kebutuhan dosis vaksin sebanyak 3.960, ditambah pejabat esensial 10 orang. Total alokasi distribusi vaksin 3.960.
b. Balikpapan, jumlah Nakes 5.759 orang dengan kebutuhan dosis vaksin 11.560 ditambah 10 orang pejabat esensial. Alokasi distribusi vaksin 11.560
c. Bontang, jumlah Nakes 1.895 orang dengan kebutuhan dosis vaksin 3.840 ditambah 10 pejabat publik esensial. Alokasi distribusi vaksin sebanyak 3.840
d. Kubar, jumlah Nakes 1.882 orang dengan kebutuhan dosis vaksin 3.800 ditambah 10 orang pejabat esensial. Alokasi distribusi vaksin berjumlah 3.800
e. Kutim sebanyak 3.013 orang dengan kebutuhan dosis vaksin 6.080 ditambah 10 pejabat publik esensial. Total alokasi distribusi vaksin 6.080
f. Mahulu dengan jumlah Nakes 891, kebutuhan dosis vaksin 1.840 ditambah 10 pejabat publik esensial. Total alokasi distribusi vaksin 1.840
g. Paser, jumlah Nakes 1.745 orang dengan kebutuhan dosis vaksin 3.520 ditambah 10 pejabat publik esensial. Alokasi distribusi vaksin 3.520
h. Penajam Paser Utara dengan Nakes 1.205, kebutuhan dosis vaksin 2.440 ditambah 10 pejabat publik esensial. Total alokasi distribusi vaksin 2.440

Baca Juga  4.670 Dosis Vaksin COVID-19 untuk Balikpapan Tiba Besok

3. Pelaksanaan pencanangan vaksinasi COVID-19 secara nasional akan dilaksanakan pada 13 hingga 15 Januari 2021 di seluruh Kabupaten/kota yang telah mendapatkan vaksin dari Kemenkes.

Advertisement

Untuk vaksinasi COVID-19 tokoh di Kaltim terang Padilah Mante Runa diberikan Kamis besok, 14 Januari 2021.

“Besok itu ada Wakil DPRD Kaltim, pak Sekdaprov, Pangdam, Kapolda, Perwakilan Kejati, perwakilan Pengadilan Tinggi, perwakilan Dinkes. Direktur RSUD AW Sjahranie, Kepala BPOM dan Ketua IDI Kaltim. Kalau pak Wagub dan saya tidak, karena kami penyitas,” katanya pada awak media, Rabu 13 Januari 2021.

Pada pelaksanaan vaksinasi COVID-19, lanjut Padilah Mante Runa harus mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh Kemenkes. Diantaranya, sasaran vaksin dilakukan sesuai data individu pada aplikasi PCare Vaksinasi dan Informasi terkait pemberitahuan vaksin serta penandatanganan persetujuan dilakukan vaksinasi setelah mendapat informasi.

Selanjutnya pelaksanaan vaksinasi dengan melakukan pemeriksaan kesehatan pengukuran nsuhhntjbuh dengan thermal scanner dan pengukuran tekanan darah serta dilakukan penapisan data kesehatan individu.

“Kemudian dilanjutkan dengan penyuntikan vaksinasi serta penginputan data telah dilakukan penyuntikan vaksinasi. Setelah itu barulah dilakukan observasi selama 30 menit untuk mengetahui apakah ada reaksi setelah pemberian vaksin,” terang dia.

“Pelaksanaan pemberian vaksinasi pada saat pencanangan dilakukan tim vaksinator RSUD AW Sjahranie dan ditayangkan secara live di medsos,” lanjut Padilah Mante Runa.

Disinggung soal reaksi yang kemungkinan timbul pasca vaksinasi, Padilah Mante Runa memastikan, secara umum reaksi pasca vaksinasi yang ditimbulkan dapat beragam. Menurutnya, reaksi ringan dan bersifat sementara dan tidak selalu ada dengan bergantung pada kondisi tubuh.

Baca Juga  Baru Bebas Juni Lalu, Edarkan Sabu Lagi dari Kamar Hotel

“Reaksi pasca vaksinasi ringan seperti demam dsn nyeri otot atau ruam-ruam pada bekas suntikan adalah hal yang wajar namun tetap harus dimonitor. Karena manfaat vaksin jauh lebih besar dibanding resiko sakit karena terinfeksi bila tidak divaksin,” katanya.

Untuk itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama menangani pandemi COVID-19. Salah satunya dengan upaya edukasi dan komunikasi untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya imunisasi secara umum dan vaksinasi COVID-19.

“Masyarakat terus disiplin 3M sebagai bentuk perilaku baru untuk menjaga kesehatan diri,” pungkasnya.

Penulis : Ningsih

Editor: Amin

Komentar
Advertisement