src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Enam Orang Positif Tes Urine Saat Razia Narkoba di Jalan Pesut dan Kakap

Enam Orang Positif Tes Urine Saat Razia Narkoba di Jalan Pesut dan Kakap

waktu baca 3 menit
Kamis, 15 Okt 2026 16:04 32 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Sebanyak enam orang dinyatakan positif berdasarkan pemeriksaan urine dalam razia Narkoba yang dilakukan Satresnarkoba Polresta Samarinda di kawasan Jalan Pesut, Kecamatan Samarinda Ilir, Kamis, 15 Oktober 2026. Mereka akan didata dan diarahkan menjalani pemulihan melalui layanan rehabilitasi yang bekerja sama dengan sejumlah lembaga terkait.

Kasat Resnarkoba Polresta Samarinda Kompol Bangkit Dananjaya, mengatakan kegiatan tersebut menyasar dua kawasan yang selama ini mendapat stigma sebagai lokasi peredaran narkotika, yakni Jalan Pesut dan Jalan Kakap. Pemeriksaan di Jalan Pesut dilakukan secara acak terhadap sejumlah orang dan menemukan enam orang dengan hasil tes urine positif.

Bangkit menyebut penanganan terhadap orang yang terindikasi menyalahgunakan narkotika akan diarahkan pada pemulihan. Kepolisian berkoordinasi dengan klinik BNN Provinsi Kalimantan Timur, klinik BNN Kota Samarinda, serta Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) milik Pemerintah Kota Samarinda untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan tersebut.

“Enam orang yang hasil urinenya positif akan kami data dan arahkan untuk menjalani pemulihan. Kami bekerja sama dengan klinik BNN provinsi, klinik BNN kota, serta IPWL milik Pemkot Samarinda,” ujar Bangkit.

Di luar penanganan terhadap penyalahguna, kepolisian juga tetap menargetkan jaringan peredaran narkotika dan rantai pasoknya. Bangkit menegaskan, razia tersebut bagian dari upaya menekan peredaran narkotika di Samarinda.

Dalam kegiatan itu, polisi juga memasang banner di sejumlah titik kawasan. Pemasangan tersebut dimaksudkan sebagai penanda kehadiran aparat sekaligus upaya mengubah citra lingkungan yang selama ini dikenal dengan stigma kampung narkoba.

Berdasarkan hasil kegiatan, petugas tidak menemukan aktivitas transaksi penjualan narkotika di lokasi yang diperiksa. Ia menduga hasil positif urine yang ditemukan berkaitan dengan sisa pemakaian dalam beberapa hari sebelumnya. Namun, temuan tersebut tidak dengan sendirinya memastikan kapan seseorang terakhir kali menggunakan narkotika.

“Alhamdulillah, saat kegiatan tadi tidak ditemukan transaksi penjualan narkotika. Yang ditemukan kemungkinan merupakan sisa pemakaian beberapa hari sebelumnya,” katanya.

Ketua RT 14 Jalan Pesut, Dani, menyambut baik penertiban yang dilakukan kepolisian. Ia mengklaim aktivitas yang dikaitkan dengan peredaran narkotika di lingkungannya sudah tidak berlangsung sekitar empat bulan terakhir. Menurutnya, orang-orang yang sebelumnya dikaitkan dengan aktivitas tersebut telah berpindah tempat.

Dani juga menyebut sebagian orang yang pernah beraktivitas di kawasan itu berasal dari luar lingkungan Jalan Pesut. Meski demikian, ia menilai nama kawasan tersebut masih kerap dikaitkan dengan aktivitas lama meskipun, menurut keterangannya, mereka sudah tidak berada di sana.

“Kalau di sini sudah tidak aktif lagi sekitar empat bulan lalu. Mereka sudah pindah, tetapi nama Jalan Pesut kadang masih dibawa-bawa,” ujar Dani.

Ia berharap penertiban tidak berhenti setelah kegiatan berlangsung atau hanya dilakukan ketika ada instruksi dari pimpinan. Menurutnya, pengawasan yang berkesinambungan diperlukan agar lingkungan tetap aman dan tidak kembali dikaitkan dengan peredaran narkotika.

Dani menyatakan masyarakat mendukung langkah kepolisian, tetapi meminta kegiatan serupa dilakukan secara konsisten. “Saya sangat mendukung, tetapi harus rutin dan berkelanjutan. Jangan hanya bergerak ketika ada perintah, setelah itu tidak ada kegiatan lagi,” pungkas Dani. (Retno)

LAINNYA
x