30.3 C
Samarinda
Saturday, May 15, 2021

Ini Hasil Kunker Pansus Raperda Ketahanan Keluarga DPRD Kaltim ke Bandung

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Tim Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Ketahanan Keluarga DPRD Kaltim masih menggodok matang Raperda tersebut untuk dapat disahkan sebagai Perda.

Untuk itu, berbagai langkah dilakukan untuk memperdalam materi Raperda dengan melakukan kunjungan ke beberapa instansi terkait di kota Bandung, Jawa Barat.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Pansus Raperda Penyelenggaraan Ketahanan Keluarga Ely Hartati Rasyid usai melakukan kunjungan kerjanya beberapa waktu lalu ke Bandung.

Dia menyebut, timnya banyak melakukan diskusi yang berkaitan dengan ketahanan keluarga. Di mana, kota Bandung sendiri telah lebih dulu mengesahkan Perda tersebut, dan berjalan sukses tanpa adanya pro-kontra di masyarakat.

Dari diskusi tersebut, banyak referensi yang didapat tim Raperda Penyelenggaraan Ketahanan Keluarga DPRD Kaltim untuk benar-benar dapat mematangkan peraturan tersebut.

“Ada banyak produk unggulan yang telah berjalan, termasuk cara-cara mengkampanyekan Perda Ketahanan Keluarga. Diantaranya membuat jaringan Montekar yaitu motivasi ketahanan keluarga,” kata Ely Hartati Rasyid.

Khusus di Jawa Barat, data Montekar ada sebanyak 666. Pengkaderan Montekar sendiri dilakukan mulai dari tingkat desa, kelurahan, kecamatan hingga kabupaten/kota. Dan kepada mereka, pemerintah setempat juga sangat peduli dalam hal ekonomi. Kader Montekar ini mendapatkan gaji dari pemerintah daerahnya, yang dititipkan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana.

Baca Juga  Soal Perbedaan TPP Guru Honorer, Ini Tanggapan Salehuddin

“Bentuknya ini relawan, tapi tetap mendapat gaji dari pemerintah. Itu salah satu produk unggulan Gubernur Jawa Barat. Mereka ini yang menjadi kader-kader keluarga tangguh,” ujarnya.

Baca Juga  Silpa 2020 Meningkat, Dewan Minta Pemprov Kaltim Transparan

Legislatif dari Fraksi PDI-P ini meminta agar pemerintah dapat mengimplementasikan isi Perda, yang menyentuh seluruh aspek tingkatan masyarakat mulai dari keluarga.

“Implementasinya di lapangan terkait penjabaran Perda Ketahanan Keluarga di Jawa Barat. Semoga bisa jadi bahan masukkan,” tuturnya.

Ely Hartati Rasyid berharap, Perda Penyelenggaraan Ketahanan Keluarga yang akan diterapkan di Kaltim nantinya, tidak akan menimbulkan pro-kontra di masyarakat, terutama pada hal-hal pribadi setiap orang.

“Pemerintah kalau ingin maju, harus menyentuh hal-hal fundamental. Mulai dari lingkup keluarga. Kita lihat nanti, mudah-mudahan tidak mengurusi masalah pribadi. Kita kaji kembali, ini baru referensi,” pungkasnya. (Advetorial)

Penulis : Ningsih
Editor: Amin

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar