src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Hujan dan Material Bangunan Langka, Proyek RS Korpri Kaltim Lamban

Hujan dan Material Bangunan Langka, Proyek RS Korpri Kaltim Lamban

waktu baca 3 menit
Selasa, 21 Des 2021 20:26 283 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Sebanyak 4 lokasi  proyek pembangunan gedung perkantoran dan rumah sakit milik Pemerintah disidak oleh Komisi III DPRD Kaltim, Selasa 21 Desember 2021.

Masing-masing proyek gedung BPKAD Kaltim, RS Mata, gedung RS Korpri Kaltim dan gedung Inspektorat. Sidak dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud dan seluruh anggota komisi.

Kepada awak media, Hasanuddin Mas’ud mengatakan, pembangunan RS Korpri Kaltim baru berjalan kurang dari 50 persen. Padahal, sesuai kontrak, rumah sakit pelat merah tersebut harus selesai akhir Desember 2021.

Menurut dia, beberapa faktor menjadi penyebab lambatnya progress pembangunan. Seperti tingginya curah hujan yang terjadi di Samarinda dan kelangkaan bahan material bangunan.

Hamas, sapaan akrabnya menyebut, seharusnya pihak kontraktor dapat mengantisipasi berbagai masalah tersebut.

“Ini hal yang selalu berulang. Menurut saya, kita hanya bisa meninjau. Hal yang berulang-ulang tidak diantisipasi, mungkin ini juga karena keterlambatan pembahasan anggaran, jadi dampaknya seperti sekarang. Ini sudah terlambat, sudah akhir tahun tapi pembangunan belum sampai 50 persen,” terangnya saat melakukan sidak di pembangunan gedung RS Korpri Kaltim.

Politisi Golkar ini sangsi pembangunan gedung RS Korpri Kaltim dapat rampung sesuai target. Bahkan, jika ditambah waktu pengerjaan hingga 3 bulan ke depan, proyek tersebut belum tentu bisa rampung.

Terkait pembangunan RS Korpri Kaltim, kata dia, pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim tidak menggandeng Komisi III DPRD Kaltim dalam perencanaannya.

“Ini pertama kami terjadi di Komisi III, ada gedung yang dibangun tanpa ada kemitraan, termasuk RS Korpri ini. Kami di Komisi III tidak pernah membahas. Kita lihat, pasti akan terjadi keterlambatan,” katanya.

Projects Manager PT Telaga Paser Kuta, Erik Hermanus menjelaskan, beberapa kendala dalam pembangunan RS Korpri Kaltim. Di antaranya, adanya perubahan tiang pancang dan kondisi tanah hingga persoalan kelangkaan material bangunan.

Selain itu, adanya perubahan angka kontrak. Jadi, pihaknya mengajukan penambahan waktu penyelesaian pengerjaan proyek hingga 2 bulan ke depan.

“Pertama, perubahan tiang pancang, panjangnya itu 24 meter. Kedua, kondisi di lapangan, di sini kondisi lahannya berlumpur, sehingga saat pemancangan, kita mengalami kendala. Kita juga sempat tergenang banjir. Ketiga, sempat ada kelangkaan material dan yang terbesar adalah, sesuai gambar yang ada, kita ada penambahan kontrak. Nilai awal Rp 43 miliar menjadi Rp 46 miliar,” bebernya.

Terkait dengan penambahan waktu yang diajukan untuk penyelesaian gedung RS Korpri Kaltim, Hermanus yakin dapat dirampungkan dengan hingga 2 bulan selanjutnya.

“Sekarang kita sedang kejar, progresnya sudah 61,41 persen. Rencana Minggu ke-16, sudah bisa mencapai 62,17 persen. Tapi memang dengan sisa waktu yang ada memang kita tidak cukup sampai akhir Desember, nanti ada waktu evaluasi di 28 Desember,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya tengah mengerjakan struktur bangunan untuk menjadi 3 lantai. “Ini sudah struktur, sedang membuat lantai 3,” pungkasnya.

Penulis: Ningsih

Editor: MH Amal

LAINNYA
x