src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Heboh Video Bupati Sampaikan Pidato Idulfitri Diedit, Dibubuhi Keterangan "Penistaan"

Heboh Video Bupati Sampaikan Pidato Idulfitri Diedit, Dibubuhi Keterangan “Penistaan”

waktu baca 2 menit
Kamis, 4 Mei 2023 19:57 502 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Sebuah unggahan video editan pidato Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas saat memberikan sambutan sebelum salat Idulfitri 1444 H viral di media sosial. Pasalnya, caption video yang diunggah ulang oleh salah satu akun medsos itu membuat polemik di tengah masyarakat.

Video singkat yang berdurasi 2.50 detik tersebut dengan jelas menunjukkan posisi Bupati Berau saat sedang memberikan sambutan.

Akan tetapi, keterangan video justru tertulis, “Di Kab. Berau Khotib Wanita. Baru kali ini saya melihat ada wanita yg jadi Khotib. Apakah ini dianggap hal biasa atau termasuk pelecehan/penistaan? Silahkan komen“. Video editan ini mengundang berbagai komentar dari warganet.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau menggelar jumpa pers pada Kamis, 4 Mei 2023 bersama Asisten I Setkab Berau Hendratno, Kasubbag TU Kemenag Berau H Rahman Duka, Bagian Hukum Setkab Berau dan Ketua Pengurus Masjid Agung Baitul Hikmah Kafrawi.

Kasubbag TU Kemenag Berau H Rahman Duka menjelaskan fakta sebenarnya adalah Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas sedang membacakan sambutan sebelum salat Idulfitiri dimulai.

“Kami memberikan klarifikasi bahwa apa yang dibacakan oleh Bupati Berau Sri Juniarsih saat salat Ied 1444 H kemarin bukanlah khutbah, melainkan sambutan bupati. Dan ini selalu dilakukan oleh pemimpin daerah,” jelas Rahman Duka kepada awak media di ruang Teleconference Diskominfo Berau.

Asisten I Setkab Berau, Hendratno menambahkan, video asli yang direkam dan diunggah di sosial media tidak pernah menyebutkan jika Bupati sedang berkhutbah, serta tidak menuliskan caption apapun, melainkan hanya tag #BupatiBerau.

“Kami sudah telusuri dan ternyata dari si pemilik video asli tidak pernah mencantumkan caption apapun. Namun, yang beredar luas hingga viral adalah unggahan ulang dari akun lain yang ditambahkan caption sehingga seolah-olah ada penistaan agama di dalamnya,” ungkapnya.

Ketua Pengurus Masjid Agung Baitul Hikmah Kafrawi, menegaskan jika apa yang dilakukan Bupati Berau Sri Juniarsih adalah sambutan yang sudah biasa dilakukan oleh Kepala Daerah khususnya di Kabupaten Berau.

Bahkan, mimbar saat memberikan sambutan juga bukan untuk berkhutbah.

“Setiap salat Id selalu ada sambutan oleh kepala daerah, yang mana kebetulan saat ini Bupati Berau adalah seorang wanita. Sedangkan Bupati Berau sebelumnya adalah laki-laki. Tapi saya menegaskan jika itu adalah sambutan, bukan khutbah. Mimbar yang dipergunakan juga bukan mimbar berkhutbah,” ungkap Kafrawi.

Pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan si pengunggah video. Namun, sampai saat ini belum ada langkah hukum yang diambil, walaupun sudah jelas melanggar UU ITE. Pihaknya menunggu Itikad baik dari si pengunggah ulang video agar meluruskan maksud dari video tersebut.(#)

Penulis: Riska

LAINNYA
x