src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Heboh Foto Longsor Terowongan Samarinda, Wali Kota Andi Harun Klarifikasi: Itu Kejadian Mei!

Heboh Foto Longsor Terowongan Samarinda, Wali Kota Andi Harun Klarifikasi: Itu Kejadian Mei!

2 minutes reading
Wednesday, 16 Jul 2025 11:12 241 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Jagat maya kembali dihebohkan oleh beredarnya foto longsor di proyek Terowongan Samarinda, Jalan Sultan Alimuddin, Kecamatan Samarinda Ilir. Dalam waktu singkat, unggahan itu memicu kepanikan warganet karena dikira peristiwa baru yang baru saja terjadi di tengah pengerjaan proyek strategis tersebut.

Namun, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dengan cepat turun tangan memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa foto yang kini viral di media sosial adalah dokumentasi lama, tepatnya dari kejadian longsor pada Mei 2025 lalu, yang disebabkan oleh hujan deras.

“Foto itu produksi ulang. Itu memang kejadian bulan Mei, bukan sekarang. Tapi ada buzzer yang memviralkannya seolah-olah longsor terjadi baru-baru ini,” ucap Andi Harun, Senin (15/7/2025).

Andi Harun menyayangkan munculnya informasi keliru yang berpotensi membingungkan masyarakat. Ia menilai tindakan menyebarkan hoaks seperti itu bukan hanya serangan terhadap dirinya sebagai kepala daerah, tapi juga menyakiti warga Samarinda secara keseluruhan.

Dirinya menegaskan bahwa Pemerintah Kota tidak pernah menutup-nutupi kejadian longsor dalam proyek pembangunan tersebut. Bahkan, ia mengungkapkan bahwa proses stabilisasi lereng yang semula dijadwalkan pada akhir 2025 telah dimajukan lebih awal sebagai bentuk percepatan penanganan.

“Apapun yang terjadi, prinsip kami tetap: salus populi suprema lex esto, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” katanya dengan tegas.

Ia pun mengakui proyek tersebut sempat mengalami kendala pada sisi anggaran. Sebagian dana memang dialihkan untuk efisiensi, namun proyek penanganan tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, demi menjamin keselamatan dan keamanan warga.

Di penghujung pernyataannya, Andi Harun mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam menyikapi informasi di media sosial. Ia menyatakan bahwa kritik adalah hal wajar dalam demokrasi, tapi harus tetap dilandasi data dan fakta yang benar.

Dengan klarifikasi ini, Pemkot Samarinda berharap publik tidak lagi terprovokasi oleh konten-konten menyesatkan, apalagi yang sengaja diolah untuk menimbulkan keresahan tanpa dasar yang jelas.

Artikel Asli baca di rri.co.id

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x