23.9 C
Samarinda
Sunday, May 16, 2021

Hasanuddin Mas’ud : Berikan Efek Jera Bagi Kapal Penabrak Jembatan

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Ketua Komisi III DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menegaskan bahwa pihaknya mendorong pemerintah dan aparat terkait untuk memberikan hukuman tegas bagi pelaku penabrakan jembatan sebagai efek jera.

Selama ini dia menilai, banyak kejadian penabrakan jembatan oleh kapal-kapal besar yang melintas di perairan Sungai Mahakam hanya diberikan sanksi mengganti biaya kerusakan jembatan. Padahal jembatan tersebut merupakan infrastruktur yang berkaitan hajat hidup orang banyak.

Bahkan tak jarang dapat membahayakan pengguna jalan di atasnya atau penduduk sekitar. Salah satunya dia mencontohkan berulang kalinya penabrakan Jembatan Dondang, yang berada di Kabupaten Kukar oleh kapal-kapal besar yang melintas di bawah jembatan.

“Kita sudah bicarakan, karena ini aset daerah, keperluan hidup orang banyak, hajat hidup orang banyak. Kita juga akan buat efek jera selain penggantian. Jangan hanya ganti-ganti terus hilang, kita akan menerapkan dan mengarahkan ke hukum. Itu yang akan kita rekomendasi,” ujarnya pada awak media usai memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait penabrakan Jembatan Dondang.

Hasanuddin Mas’ud juga menyebut, kasus yang terjadi pada Jembatan Dondang, dimana Jembatan tersebut sudah beberapa kali ditabrak kapal-kapal besar yang melintas di bawahnya dapat berimbas terjadinya keruntuhan jembatan. Dan pihaknya baru mengetahui jika ternyata hal itu terjadi, maka menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah.

“Andaikan terjadi penabrakan lagi dan jembatan runtuh, siapa yang tanggungjawab? Ternyata yang tanggungjawab Pemerintah Daerah yang membangun jembatan karena itu biaya APBD. Kita minta penanganan maksimal untuk menangani aset daerah untuk harus diutamakan. Makanya jalur hukum ada juga, jangan penggantian saja setelah itu selesai, ” terangnya.

Legislatif dari Fraksi Golkar itu mengungkap, dari hasil RDP yang dilakukan Komisi III bersama dengan para pihak perusahaan kapal yang melakukan penabrakan Jembatan Dondang, Dinas PUPR Provinsi Kaltim, KUPT Jembatan Dondang dan Dinas Perhubungan diperoleh kesepakatan bahwa seluruh perusahaan kapal yang menabrak jembatan tersebut akan bertanggungjawab untuk menyelesaikan perbaikan.

Baca Juga  Sigit: RUU Provinsi Kaltim Buka Peluang Kita Mencari Sumber Pendanaan

“Hasilnya semua penabrak bertanggungjawab untuk menyelesaikan perbaikan dan akan berkoordinasi dengan Komisi III berapa nilainya. Kalau dari penabrakan yang pertama itu biayanya kurang lebih Rp 1 miliar. Penabrakan kedua sudah dilakukan evaluasi sekitar Rp 3 milyar lebih. Ini masih dalam proses dan semua masih dalam perbaikan,” bebernya.

Baca Juga  Infrastruktur Masuk Program Prioritas Pembahasan Bimtek Pokir DPRD Kaltim

Hasanuddin Mas’ud juga mengingatkan kepada Dinas PUPR agar selalu berkoordinasi dengan Komisi III DPRD Kaltim sebelum melepaskan kapal-kapal yang menabrak Jembatan Dondang.

Karena sebelumnya kata dia, Dinas PUPR sempat melepaskan kapal yang menabrak Jembatan Dondang tanpa berkoordinasi terlebih dahulu dengan Komisi III DPRD Kaltim.

“Masalah kemarin, pelepasan kapal yang pertama tanpa konfirmasi dan koordinasi dengan Komisi III, selaku yang membidangi masalah ini. Alhamdulillah kedua ini, PUPR mudah-mudahan tidak melepaskan lagi, tanpa ada koordinasi dengan Komisi III,” pesannya pada Dinas PUPR.

Terkait dengan rekomendasi yang ajukan Komisi III DPRD Kaltim untuk mencegah terulangnya kejadian penabrakan Jembatan Dondang, Hasanuddin Mas’ud menyebut ada 3 poin penting yang diajukan.

Pertama memasang CCTV di bawah Jembatan Dondang, sehingga ketika terjadi penabrakan pada malam hari dapat terpantau, karena selama ini kata dia tidak pernah di pasang CCTV di bawah jembatan sehingga ketika terjadi penabrakan, petugas kurang bukti kuat.

Rekomendasi kedua, memasang tiang pancang untuk pengikatan tongkang. Karena selama ini tongkang hanya diikat di pohon bakau yang ada di sekitar tepi sungai tak jauh dari Jembatan Dondang. Sehingga ketika arus deras, tongkang tersebut lepas. Dan itulah penyebab utama hingga terjadi 2 kali penabrakan Jembatan Dondang.

“Ketiga kita mengusulkan adanya asuransi pihak ketiga. Kalau ada dimasukkan pembiayaan ketika terjadi accident, maka akan mengcover semua,” pungkasnya. (Advetorial)

Penulis : Ningsih

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar