src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Wabup Gamalis melaksanakan ritual mandi kepada anak-anak dalam acara adat Tulak Bala. (Riska) 
HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB –Upacara Adat Tulak Bala merupakan budaya bahari yang dilakukan setahun sekali oleh masyarakat kawasan pesisir selatan Berau di Kecamatan Talisayan.
Wakil Bupati Berau, Gamalis mendukung pelestarian budaya asli daerah khususnya wilayah pesisir selatan Berau.
“Ajang tradisi budaya semacam ini harus dipertahankan karena menjadi daya tarik parawisata di kabupaten Berau. Jadi, harus kita dorong kekayaan khasanah budaya Berau,” jelasnya saat membuka dan menghadiri acara adat Tulak Bala di Kampung Talisayan.
Melalui momentum acara adat tahunan ini, dirinya berharap Talisayan menjadi kampung wisata budaya yang akan berkembang di tengah pemulihan ekonomi pascapandemi.
“Dengan adanya kearifan lokal diharapkan banyak wisatawan datang sehingga bisa meningkatkan perekonomian,” ucapnya.
Gamalis meminta agar sinergi masyarakat dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau dapat terus merawat kekayaan budaya lokal.
“Saya harap generasi penerus kita dapat mewarisi dan menjaga warisan leluhur suku Banua. Mari majukan segala potensi kebudayaan yang dimiliki,” ucapnya.
Upacara Tulak Bala pun ditutup dengan prosesi mandi daun linjuang dan pemotongan puncak rasul. (Adv)