src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Gubernur Isran Noor menyerahkan santunan berupa uang tunai kepada anak yatim piatu terdampak COVID-19. (Ningsih/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA -Sebanyak 23 anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal akibat terpapar COVID-19 menerima santunan uang tunai sebesar Rp 2 juta per orang dari Gubernur Kaltim Isran Noor secara simbolis di ruang Ruhui Rahayu lantai 1 Kantor Gubernur Kaltim, Senin 23 Agustus 2021.
Selanjutnya, 198 anak yatim piatu lainnya di seluruh kabupaten/kota di Kaltim juga akan menerima santunan yang sama.
Berdasarkan data sementara yang masuk ke DPM3A dan Dinas Sosial Kabupaten/kota di Kaltim hingga hari ini tercatat sebanyak 221 anak yatim piatu. Masing-masing dengan rincian :
Gubernur Kaltim Isran Noor dalam sambutannya menyampaikan, santunan yang diberikan kepada anak-anak yatim piatu bukan untuk mencari popularitas.
Kata dia, ini sebagai bentuk kepedulian dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim kepada anak-anak. “Didasari ketulusan dan sungguh-sungguh,” ucapnya.
Menurutnya, kebijakan Pemprov Kaltim tersebut bersifat jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
“Jangka pendeknya, bagi penanganan anak yang terdampak dan yatim piatu karena orangtuanya meninggal, diberikan ini (santunan uang tunai Rp 2 juta per anak, red). Jangka menengahnya, kita akan melakukan pembinaan pada anak ini dalam hal penampungan, pembinaan di panti sosial. Panti sosial itu sama perawatannya, tidak kalah dengan sekarang. Kita akan lengkapi fasilitas, berinteraksi untuk mereka bergaul termasuk pendidikan ditanggung Pemprov sampai selesai SMA. Jangka panjang, pendidikan selanjutnya mereka akan melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi,” terangnya.
Kemudian, Isran juga memberikan jaminan bagi anak-anak yatim piatu ini untuk menerima kemudahan dalam pendidikan hingga ke perguruan tinggi. “Paling tidak memberikan fasilitas dan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam mendapatkan beasiswa. Banyak yang kita gunakan, diantaranya Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT), dana sponsor lembaga, beasiswa BUMD, pihak swasta yang beroperasi di Kaltim khususnya, maupun luar Kaltim untuk jangka panjang,” katanya.
Dirinya berharap dalam waktu dekat ini, penyerahan santunan anak yatim ini juga segera dilakukan di kabupaten/kota lainnya. “Mudahan ke depan kita lakukan penyerahan secara simbolis ke Kukar, Berau, Balikpapan dan lainnya. Balikpapan sedang divalidasi datanya, termasuk PPU, Paser dan Mahulu,” tutupnya.
Hadir pada penyerahan santunan anak yatim piatu tersebut, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, Asisten I Pemprov Kaltim HM Jauhar Effendi, Asisten Administrasi dan Umum Pemprov Kaltim Fathul Halim, Kepala Dinas Sosial Kaltim Agus Hari Kesuma, Kepala Dinas Sosial Samarinda Ridwan Tassa, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Kota Samarinda Deasy Evriyani.
Kepala Dinas Sosial Samarinda Ridwan Tassa yang didampingi Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Kota Samarinda Deasy Evriyani mengatakan, jumlah penerima santunan ada 80 anak.
Jumlah tersebut dikatakannya akan bertambah karena masih banyaknya warga Samarinda yang terpapar COVID-19. “Pokoknya bertambah terus ini, masih banyak yang isolasi di rumah sakit dan di rumah, jadi totalnya 80 orang,” ucapnya.
Deasy menjelaskan teknis pendataan anak yatim piatu. Pemprov Kaltim yang meminta data warga meninggal. Selanjutnya, ke Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial masing-masing kabupaten/kota.
“Data itu kami sandingkan. Ternyata di Dinas Kesehatan lebih banyak datanya, lalu dipilah lagi, banyak yang bukan anak-anak. Dapatlah di awal itu sekitar 45 orang, dari 6 kelurahan dan sekarang berkembang di 15 kelurahan sehingga jumlahnya sekarang 80 orang. Ini berkembang terus dan datanya terus masuk. Setiap hari pasti ada yang masuk,” bebernya.
Selain itu, bantuan lain juga diberikan oleh Pemkot Samarinda sesuai program pemulihan pasca-COVID-19 untuk kesejahteraan masyarakat. “Ini memberikan pendampingan, skrining lengkap sosial, ekonomi dan seluruh kebutuhan anak-anak. Di-list dan diidentifikasi, lalu kami laporkan pada Pak Wali Kota lalu berkoordinasi dengan dinas terkait. Setelah ter-cover semua, kami akan bergeser pendampingan anak yang terpapar COVID-19. Tidak semua, karena laporan dari kelurahan mana-mana yang membutuhkan pendampingan dari kami,” katanya.
Penulis: Ningsih
Editor: MH Amal