src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Gelar Sidak ke Pasar Segiri, Wamendag RI Temukan Harga Ecer Minyak Makan Melebihi HET

Gelar Sidak ke Pasar Segiri, Wamendag RI Temukan Harga Ecer Minyak Makan Melebihi HET

waktu baca 3 menit
Sabtu, 18 Feb 2023 15:54 699 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Jerry Sambuga melakukan sidak sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Segiri Samarinda, Sabtu 17 Febuari 2023.

Pada sidak hari ini, Wamendag Jerry Sambuaga menemukan adanya harga jual minyak makan yang melebihi batas harga eceran yang ditentukan.

“Ada beberapa spesifik yang kami lihat. Contohnya minyak. Kita memastikan dan mendapat temuan bahwa harga minyak ada kenaikan harga, harusnya Rp 14 ribu per liter atau Rp 15.500 per kilo, tadi ada beberapa pedagang yang jual di harga Rp 16 ribu, ” ungkapnya pada awak media ditemui di sela kegiatan sidak.

Dari hasil informasi yang disampaikan pedagang kepadanya, Jerry Sambuaga mengatakan, pedagang mengaku mendapatkan harga yang tinggi dari agen atau distributor.

“Kami tanya kenapa (harga naik melebihi HET, red), karena mereka mendapatkan dari agen sudah mahal. Ini jadi temuan buat kami dan kami minta tolong pak Kadis Perindag untuk memastikan harga sampai ke pedagang harus di bawah Rp 14 ribu per liter, ” katanya.

Jerry menjelaskan, berdasarkan harga HET bahwa harga tersebut yang berlaku di pedagang, bukan di distributor atau agen.

“Kita pastikan ada follow up selanjutnya untuk memastikan agen jual harus di bawah HET, sehingga di pasar sesuai, ” katanya.

“Kami lihat dan memantau juga, apakah pembeli ada minat membeli karena ada surat dari Kemendag, dimana membatawi satu orang hanya beli 2 liter. Alhamdulillah terlaksana juga, ” sambungnya.

Terkait dengan ketersediaan bahan pokok lainnya, Jerry Sambuaga memastikan relatif stabil.

“Kebutuhan pokok relatif stabil. Tapi yang penting, ketika ada bahan pokok stabil dan ketersediaan ada, karena menyambut lebaraan dan puasa, kita ingin memastikan stok melimpah, maka akan berpengaruh pada harga yang stabil, ” terangnya.

Termasuk stok cabe, tomat, bawang merah, Jerry memastikan masih aman dengan harga yang fluktuatif dan masih terjangkau.

Disinggung mengenai mayoritas stok bahan pokok Samarinda berasal dari daerah luar, Jerry mengatakan, pihaknya bersama stakeholder terkait di provinsi dan kabupaten/kota terus bersinergi dan berkoordinasi untuk memastikan distribusi aman dan lancar. Termasuk melibatkan pihak kepolisian dan Satgas Pangan.

“Kita pastikan sumbernya dari mana bahan pokok ini kita ambil, karena memang untuk Samarinda banyak dari luar. Tapi kita pastikan distribusi dari logistik dan efiensi pengiriman berlangsung efektif, ” terangnya.

“Kemudian, kita lihat banyak sumber daerah lain yang bisa dijadikan sumber alternatif. Saya yakin di Samarinda ada pasar induk yang lokasinya berdekatan, sehingga bisa membuat pedagang dan pembeli mendapat harga yang sesuai dan barang berlimpah, ” katanya lagi.

“Terakhir, kami berkoordinasi dengan aparat Satgas Pangan, memastikan kalau ada harga yang langka menjadi laporan kami. Kami berkoordinasi dengan teman daerah untuk memastikan supaya dijaga, ketersediaan aman, stok aman dan harga stabil, ” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim Muhammad Sa’duddin mengatakan, stok bahan pokok di Kaltim aman, walaupun diakuinya terdapat kenaikan, namun masih wajar.

“Stok aman, kalau ada kenaikan, tidak terlalu signifikan. Ini menjelang Ramadan, tapi hari ini sudah agak turun. Seperti beras, tapi sudah turun. Jadi, kalau untuk Kaltim aman, rata-rata sampai setengah bulan ke depan, ” katanya.

Menurut dia, jika terjadi lonjakan harga jelang perayaan Hari besar, maka Disperindagkop akan menggelar operasi pasar.

“Kalau Samarinda gerakannya ada. Kabupaten/kota lain kita kerjasama. Kita sudah lakukan pengawasan terpadu dengan ketentuan akan diawasi ketat, ” tutupnya. (**)

Penulis : Ningsih

LAINNYA
x