src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman menyebutkan sekitar 3.668 pelanggan menunggak pembayaran tagihan rekening air. Hal tersebut menyebabkan kerugian mencapai Rp 11 miliar.
Penyebabnya, pandemi COVID-19. Hampir dua tahun belakangan, pihaknya juga tidak melakukan penyegelan sebagai bagian dari empati persoalan ekonomi akibat pandemi. “Sempat tertunda inilah yang membuat tunggakan itu meningkat,” katanya kepada Headlinekaltim.co
Menurutnya, sejak Februari 2020, pihaknya mulai berhenti menagih dan hanya memberikan teguran kepada pelanggan. Saat ini, tagihan Rp11 miliar tersebut masih dalam proses pelunasan oleh pelanggan.
“Tunggakan tersebut berpengaruh sehingga kinerja perusahaan menjadi tidak optimal. Namun, operasionalnya masih berjalan dengan lancar,” ucapnya.
Diakuinya, Kabupaten Berau adalah daerah dengan tarif air bersih paling murah se-Kaltim. Rencana penyesuaian tarif akan dibicarakan dengan beberapa pihak. “Untuk Samarinda sudah duluan karena ada SK Gubernur kan, jadi mereka berdasarkan SK tersebut. Kalau kami akan memcoba untuk menghimpun masukan para pihak ini,” jelasnya.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengimbau kepada para pelanggan PDAM yang menunggak tagihan rekening untuk segera membayar tepat waktu. Bahkan, pihaknya akan mengambil jalan tengah untuk sedikit meringankan pelanggan dengan cara membayar secar bertahap. “Karena itu merupakan kewajiban dari para pelanggan untuk menyelesaikannya,” katanya.
Penulis: Riska
Editor: MH Amal