src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Dua Kali Ikut Seleksi Masinis, Daftar Polisi Hanya Iseng

Dua Kali Ikut Seleksi Masinis, Daftar Polisi Hanya Iseng

2 minutes reading
Friday, 8 Oct 2021 21:41 404 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Jalan hidup terkadang tidak selalu lurus. Apa yang diinginkan sejak kecil, belum tentu didapat setelah dewasa. Tuhan tentu lebih tahu mana yang terbaik buat hamba-Nya. Seperti yang dialami Kasat Resnarkoba Polres Kukar AKP MP Rachmawan.

Sejak kecil, dia bercita-cita ingin menjadi masinis kereta api. Bahkan, pernah mengikuti seleksi calon masinis. “Ingin jadi masinis karena rumah saya dekat dengan stasiun kereta api Pekalongan Jawa Tengah, ” cerita Rachmawan, Jumat 8 Oktober 2021, di ruang kerjanya.

Mantan Kasat Resnarkoba Polres Kutai Timur ini mengaku pernah dua kali mengikuti seleksi calon masinis. Namun, tidak pernah lolos. Sebagai bakti pada orang tua, akhirnya dirinya mengikuti saran ibunda agar mengikuti seleksi calon polisi. “Iseng-iseng ikut seleksi polisi, Alhamdulillah lolos, ” ucap pria berusia 30 tahun ini.

Lulusan Akpol dan PTIK yang beristrikan orang Kutai Timur ini resmi menjabat Kasat Resnarkoba Polres Kukar menggantikan AKP Encek Indrayani yang dimutasi ke Mapolda Kaltim per tanggal 16 September 2021.

Baru tiga minggu jabat Kasat Resnarkoba, prestasi sudah ditunjukkannya. “Tangkapan tersangka dan barang bukti di Operasi Mahakam Antik 2021 lumayan besar se-Kaltim, makanya Polres Kukar bakal terima penghargaan, ” sebutnya.

Prestasi gemilang juga pernah ditorehkan Rachmawan semasa Kasat Resnarkoba Polres Kutim. Dia mengungkap kasus kepemilikan sabu-sabu dengan berat 5 Kg lebih. “Pernah juga mengungkap kasus kepemilikan Sabu 25 gram, pemiliknya divonis hukuman mati oleh majelis hakim, “sebutnya.

Racmawan menyebut, daerah Kukar yang luas sangat rawan peredaran narkoba, terutama karena berbatasan dengan daerah lain. Banyak perusahaan beroperasi di daerah ini. Satuannya sudah memetakan beberapa kecamatan jsebagai target operasi (TO) pemberantasan narkoba.

Suka duka dalam penangkapan tersangka narkoba sudah banyak dirasakan Rachmawan. Saat ditangkap, tersangka banyak yang membawa senjata tajam dan melakukan perlawanan hingga membahayakan nyawa petugas.

Dia mengaku kerap terlibat langsung dalam penangkapan tersangka karena ada tantangan tersendiri. Sebanyak 90 persen penangkapan tersangka narkoba, Racmawan ikut terlibat. “Belum lama ini, penangkapan tersangka berusaha melarikan diri ke rawa-rawa, saya ikut nyebur menangkapnya, ” jelasnya.

Racmawan yang memiliki ayah berlatar belakang Bhintara polisi ini berpesan agar menghindari narkoba. “Hukuman penjara menanti, maksimal seumur hidup dan hukuman mati. Jika sudah merasai narkoba sekali saja, siap-siap akan kecanduan tidak bisa lepas dari barang haram tersebut, ” tukasnya.

Penulis: Andri

Editor: MH Amal

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x