src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> DPRD PPU Sidak Proyek RDMP Lawe-lawe, Pertanyakan Perizinan dan Tenaga Kerja Lokal

DPRD PPU Sidak Proyek RDMP Lawe-lawe, Pertanyakan Perizinan dan Tenaga Kerja Lokal

waktu baca 2 menit
Selasa, 21 Sep 2021 21:34 520 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM – HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM – DPRD Penajam Paser Utara (PPU) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke PT. Hutama Karya dan China Petroleum Pipeline Engineering Co. Ltd (CPP) sebagai kontraktor pengerjaan proyek pengembangan kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Lawe-Lawe.

Sidak dipimpin Wakil Ketua I Raup Muin dan Wakil Ketua II Hartono Basuki disertai beberapa anggotanya. Turut hadir perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja serta Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu Kabupaten PPU.

Raup mengatakan, kehadiran wakil rakyat guna mengonfirmasi terkait perizinan perusahaan yang disebut belum terpenuhi. “Sidak ini dilakukan untuk mempertanyakan terkait dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Amdal dan UKL/UPL,” kata Raup.

Menurutnya, perizinan yang diurus perusahaan dengan benar dapat menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain kontribusi perusahaan terhadap PAD PPU, dia menyinggung soal tenaga kerja lokal yang dipekerjakan pada proyek itu. PPU punya Peraturan Daerah Nomor 8/2017. Perusahaan wajib mempekerjakan 80 persen tenaga lokal.

“Kami datang ke sini bukan hanya sekedar sidak, namun salah satunya terkait PAD dan izin-izinnya itu ada untuk daerah, ada kontribusinya untuk daerah. Itu beberapa poin yang kita tekankan, kami harap kerjasamanya,” pungkasnya.

Site Meneger PT. Hutama Karya Bayu Prakoso, mengatakan, perizinan perusahaannya sedang dalam proses pengurusan.

“Sudah kami urus, tapi memang belum selesai. Ada beberapa kendala yang tidak bisa saya sebutkan,” katanya.

Terkait tenaga kerja local, dirinya menjamin mengedepankan tenaga kerja lokal sejauh yang dibutuhkan. “Kita inikan Perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) pasti kita akan mengedepankan tenaga lokal untuk memajukan daerah. Kita lihat saja di sini, rata-rata sudah banyak tenaga lokal yang kita pekerjakan,” terangnya.

Menurutnya, perusahaan selalu berkordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja untuk merekomendasikan tenaga kerja. “Kebutuhan tenaga kerja kami sesuai dengan kegiatan pengerjaan kita, atau sesuai progres,” pungkasnya.

Penulis: Teguh

Editor: MH Amal

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x