src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas saat mengunjungi stan UMKM Berau. (Foto: Riska/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Batik Berau didorong untuk berkembang lebih jauh, tidak hanya dikenal melalui motif dan lembaran kain, tetapi juga hadir sebagai produk fesyen siap pakai yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Mulai dari pakaian, jilbab, hingga tas dan berbagai aksesori, menjadi peluang yang perlu dikembangkan agar produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Hal tersebut menjadi perhatian Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. Ia mendorong para perajin dan pelaku usaha batik di Kabupaten Berau untuk terus berinovasi, memperluas kolaborasi, serta tidak berhenti pada produksi kain batik semata.
Menurutnya, pengembangan batik Berau perlu dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk desainer dan komunitas pecinta batik Nusantara. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan motif dan desain yang semakin beragam, sekaligus meningkatkan daya tarik batik khas Bumi Batiwakkal.
Sri bahkan mencontohkan batik yang dikenakannya sebagai salah satu hasil kolaborasi dengan desainer. Batik tersebut menggunakan teknik full printing dan menjadi gambaran bahwa produk batik Berau dapat dikembangkan dengan sentuhan desain yang lebih modern.
Ia berharap ke depan para pembatik tidak hanya menjual kain, tetapi juga menyediakan pakaian jadi dengan pilihan ukuran yang beragam, mulai dari S, M, L hingga XL. Dengan begitu, masyarakat maupun konsumen dari luar daerah dapat lebih mudah menggunakan batik Berau tanpa harus terlebih dahulu menjahit kain menjadi pakaian. “Jangan hanya jualan kain, tetapi juga jualan baju. Jadi, orang tinggal pakai, sudah tersedia ukurannya mulai dari S, M, L sampai XL,” ungkapnya.
Tidak hanya pakaian, Sri juga melihat peluang pengembangan produk turunan lainnya, seperti jilbab, sepatu, hingga tas berbahan atau bermotif batik Berau. Menurutnya, diversifikasi produk menjadi langkah penting untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil kerajinan lokal.
Ia mengapresiasi pelaku usaha yang mulai mengembangkan produk tas. Namun, ia mengingatkan agar kualitas dan penyempurnaan produk tetap menjadi perhatian utama, terutama jika ingin bersaing di pasar ekspor. Sebab, untuk menembus pasar internasional, produk tidak cukup hanya memiliki keunikan desain dan identitas daerah. Kualitas pengerjaan, kerapian, serta standar produk juga harus benar-benar diperhatikan.“Kalau ingin masuk pasar ekspor, produknya harus sempurna dan memenuhi standar ekspor,” pungkasnya. (Riska)