24.4 C
Samarinda
Saturday, June 25, 2022

Diongkosi Merawat Bibinya yang Sudah Pikun, Pemuda di Muara Jawa Malah Menganiaya

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Pemuda di Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Wahyu (19) diamanahkan untuk merawat bibinya bernama Misah berumur 66 tahun. Namun, selama merawat, Wahyu kerap memukul nenek yang sudah pikun tersebut hingga menderita memar dan lebam.

Ulah pelaku akhirnya diketahui oleh Rahmad (36) yang juga menantu Misah saat mengunjungi mertuanya tersebut.

“Saat saya datang, saya lihat Misah sudah lebam dan memar di beberapa bagian tubuh, ” ucap Rahmad.

Rahmad mengaku mempercayakan Wahyu yang juga keponakan Misah untuk merawat. Dia pun menanyakan langsung ke Wahyu perihal memar dan lebam di tubuh korban.

“Wahyu awalnya bilang Misah terjatuh saja, padahal pengakuan mertua saya, dirinya telah dipukul Wahyu,” sebutnya.

Dia tidak percaya dengan pengakuan Wahyu. Sebab, lengan kanan dan dekat mata sebelah kiri Misah juga alami memar.

Setelah didesak, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya. Kasus penganiayaan ini dilaporkan ke Mapolsek Muara Jawa.

Kapolsek Muara Jawa, IPTU Rachmad Andika membenarkan soal laporan tersebut. Rahmad mendatangi Mapolsek pada Sabtu 21 Mei 2022. Pelaku sudah dimintai keterangan.

“Bahkan, Wahyu nekat memukul kaki Misah dengan gayung sebanyak 3 kali. Hingga saat ini, Misah masih cidera, ” sebutnya.

Wahyu sudah tinggal bersama Misah selama 3 bulan. Rahmad yang sering bekerja keluar Kalimantan, meminta Wahyu untuk menjaga Misah. Sebagai imbalan, kebutuhan sehari-harinya ditanggung oleh Rahmad.

“Pasal yang dikenakan 351 KUHP tentang penganiayaan, ” tegas Andika yang pernah menjabat Kapolsek Tenggarong.

Penulis: Andri

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU