src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Dinkes Samarinda Target Tekan Angka Stunting hingga 11 Persen

Dinkes Samarinda Target Tekan Angka Stunting hingga 11 Persen

waktu baca 2 menit
Sabtu, 4 Feb 2023 20:39 1103 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat pada tahun 2020 saat pandemi berkecamuk dahsyat, angka stunting di Kota Samarinda meningkat drastis.

Kasus stunting yang dialami sebanyak 1.402 balita yang terdiri dari balita dengan kategori sangat pendek sebanyak 403 balita dan kategori pendek sebanyak 999 balita.

Hal ini linear dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat dalam tahun 2021, angka stunting Indonesia mencapai 24,4 persen.

Kendati demikian kinerja Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dinkes berbagai daerah serta OPD yang terkait berhasil membuat angka stunting terjun 2,8 persen ke bawah.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Samarinda dr. Siti Nurriyatus Zahrah bahwa Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) mencatat prevalensi angka stunting di tahun 2022 turun ke angka 21,6 persen.

“Itu data dari SSGI yah, turun menjadi 21,6 persen,” ujarnya melalui sambungan telepon, pada Sabtu 4 Februari 2023.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya memiliki target jangka pendek hingga tahun 2024.

“Secara nasional sudah diarahkan hingga tahun 2024, angka stunting harus turun pada angka 14 persen, kita di Kota Samarinda akan upayakan sesuai target kita 11 persen,” ujarnya optimistis.

Bahkan tidak tanggung-tanggung, pihaknya memiliki target jangka panjang hingga tahun 2030 untuk menghapuskan stunting.

“Tahun 2030, angka harus sudah zero persen,” katanya.

Kata dia, hal tersebut dapat dicapai melalui program Dinkes Kota Samarinda.

“Penanganan stunting kita dari Dinkes, itu ada dua. Intervensi spesifik dan intervensi sensitif. Pertama, meliputi kegiatan kegiatan ranah kesehatan. Kemudian yang kedua itu, intervensi kegiatan di luar ranah kesehatan yang dilakukan oleh OPD-OPD. Kita dorong bersama,” timpalnya.

Kedua program itu merupakan kombinasi program untuk menekan angka stunting yang dipengaruhi berbagai faktor

“Dalam ranah kesehatan ada persoalan yang dapat memunculkan stunting. Misalnya faktor asupan gizi saat mengandung, kemudian pernikahan dini dan persoalan lingkungan yang tidak layak yang mempengaruhi pertumbuhan atau janin dalam kandungan. Jadi bersama-sama kita turunkan angka stunting ini,” tandasnya.

Penulis: Erick

LAINNYA
x